UPP Kintap Gencarkan Edukasi Keselamatan Pelayaran, Pelajar Diajak Jadi Pelopor

Edukasi keselamatan pelayaran menyasar pelajar SMKN 1 Kintap. Siswa diajak memahami aturan di atas kapal sekaligus menjadi pelopor keselamatan di lingkungan masing-masing.

KINTAP, POSTKalimantan – Keselamatan di laut bukan perkara sepele. Di balik aktivitas pelayaran yang menjadi bagian penting mobilitas masyarakat, terdapat aturan dan disiplin yang wajib dipahami setiap pengguna jasa transportasi laut.

Kesadaran itulah yang coba dibangun Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Kintap dengan menyasar generasi muda melalui program “UPP Kintap Goes to School” di SMKN 1 Kintap, Kamis (3/9/2026).

Mengusung tema “Keselamatan Pelayaran di Laut adalah Tanggung Jawab Bersama”, kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi bagi para pelajar untuk mengenal lebih dekat pentingnya keselamatan, ketertiban, dan kepatuhan terhadap prosedur saat menggunakan transportasi laut.

Kepala UPP Kelas III Kintap H. Faisal Fattah bersama jajaran hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran mereka disambut Kepala SMKN 1 Kintap Hj. Helwatin Najwa beserta para siswa dan siswi.

Faisal mengatakan, keselamatan pelayaran tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, petugas pelabuhan, nakhoda, maupun awak kapal. Setiap penumpang dan pengguna jasa transportasi laut juga memiliki tanggung jawab untuk menciptakan perjalanan yang aman.

“Keselamatan pelayaran di laut merupakan hal yang sangat penting dan menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujar Faisal.

Menurutnya, membangun kesadaran keselamatan akan lebih efektif jika dimulai sejak usia sekolah. Para pelajar dinilai memiliki posisi strategis untuk membawa kebiasaan tertib tersebut ke lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Karena itu, edukasi tidak hanya diarahkan agar siswa mengetahui aturan, tetapi juga memahami alasan di balik setiap prosedur keselamatan yang diterapkan selama pelayaran.

Dalam kegiatan tersebut, pelajar dibekali berbagai pemahaman praktis ketika berada di atas kapal. Mulai dari mematuhi ketentuan keselamatan, memperhatikan arahan nakhoda dan awak kapal, hingga menggunakan life jacket sesuai prosedur apabila diperlukan.

Siswa juga diingatkan untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat membahayakan diri sendiri maupun penumpang lainnya.

Menjaga ketertiban di dalam kapal, tidak mengganggu tugas nakhoda dan awak kapal, serta mencermati informasi keselamatan menjadi bagian penting yang ditekankan dalam sosialisasi tersebut.

Tak kalah penting, penumpang diminta segera menyampaikan kepada petugas apabila menemukan kondisi atau situasi yang berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran.

Faisal berharap edukasi tersebut tidak berhenti sebatas kegiatan di lingkungan sekolah. Para pelajar diharapkan mampu meneruskan pesan keselamatan kepada orang tua, keluarga, teman, dan masyarakat di sekitarnya.

“Utamakan keselamatan, patuhi aturan, dan jadilah pelopor keselamatan pelayaran,” tegasnya.

Melalui program UPP Kintap Goes to School, UPP Kelas III Kintap berharap lahir kesadaran baru di kalangan generasi muda bahwa keselamatan pelayaran bukan hanya soal fasilitas dan aturan, tetapi juga menyangkut perilaku setiap orang.

Budaya tertib, disiplin, dan peduli terhadap keselamatan yang dibangun sejak bangku sekolah diharapkan menjadi bekal penting bagi generasi muda ketika kelak menjadi pengguna jasa transportasi laut maupun bagian dari sektor kemaritiman. (MN)