STAI Asy-Syuhada Hadir di Tanah Laut, Gubernur Kalsel Tekankan Satu Hal: Jangan Hanya Bertambah, Tapi Harus Berkualitas

Kampus Islam baru di Pelaihari ini diharapkan memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus memperkuat kolaborasi pemerintah, pesantren, dan masyarakat.

PELAIHARI, POSTKalimantan – Kehadiran perguruan tinggi Islam baru di Kabupaten Tanah Laut mendapat sambutan positif dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Asy-Syuhada Pelaihari dinilai dapat menjadi salah satu pilihan strategis bagi generasi muda, khususnya lulusan madrasah dan pesantren yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan daerah.

Pesan tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Selatan melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Dr. Ariadi Noor, saat menghadiri peresmian STAI Asy-Syuhada Pelaihari, Rabu (9/9/2026).

 

Dalam kesempatan tersebut, Ariadi membacakan sambutan Gubernur Kalsel yang menyampaikan ucapan selamat atas berdirinya STAI Asy-Syuhada sekaligus memberikan dorongan agar perguruan tinggi tersebut mampu berkembang dan menghadirkan pendidikan berkualitas.

STAI Asy-Syuhada Pelaihari sendiri telah memperoleh izin pendirian berdasarkan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 532 Tahun 2026.

Bagi Pemprov Kalsel, berdirinya kampus tersebut bukan sekadar bertambahnya institusi pendidikan tinggi di Tanah Laut. Lebih dari itu, STAI Asy-Syuhada diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki landasan moral dan keagamaan.

Namun, setelah resmi berdiri, pekerjaan besar berikutnya adalah menjaga dan meningkatkan kualitas.

Kesiapan tenaga dosen, kurikulum, sistem tata kelola hingga pemenuhan berbagai standar pendidikan menjadi faktor penting agar STAI Asy-Syuhada mampu berkembang dan meraih akreditasi yang baik.

Karena itu, Pemprov Kalsel mendorong agar STAI Asy-Syuhada membangun sinergi yang kuat dengan Pemerintah Kabupaten Tanah Laut maupun Kantor Wilayah Kementerian Agama.

Kolaborasi tersebut dinilai penting agar pengembangan pendidikan tinggi keagamaan dapat berjalan seiring dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Pendidikan, menurut Pemprov Kalsel, tidak dapat dipisahkan dari pembangunan karakter. Kemajuan daerah tidak cukup hanya diukur melalui pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas manusia yang memiliki ilmu pengetahuan, integritas dan akhlak.

Sementara itu, Ketua Yayasan STAI Asy-Syuhada Pelaihari, KH Ahmad Syarifuddin Noor, mengungkapkan perjalanan pendirian perguruan tinggi tersebut telah melalui proses panjang.

Gagasan mendirikan perguruan tinggi Islam itu mulai dirintis sejak 2020. Setelah melewati berbagai tahapan, STAI Asy-Syuhada akhirnya memperoleh izin operasional pada Mei 2026.

Kini, lembaga pendidikan tersebut telah memulai langkah pertamanya dengan memiliki sebanyak 65 mahasiswa sebagai angkatan awal.

Jumlah tersebut menjadi modal awal bagi yayasan untuk terus mengembangkan STAI Asy-Syuhada agar mampu menjawab kebutuhan pendidikan masyarakat Tanah Laut dan sekitarnya.

Ke depan, yayasan memiliki target yang lebih besar. STAI Asy-Syuhada diharapkan tidak berhenti sebagai sekolah tinggi, tetapi dapat terus bertumbuh hingga menjadi universitas Islam yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Kehadiran STAI Asy-Syuhada pun diharapkan menjadi energi baru bagi ekosistem pendidikan tinggi di Tanah Laut.

Dengan dukungan pemerintah, Kementerian Agama, pesantren, lembaga pendidikan serta masyarakat, kampus tersebut diharapkan mampu mencetak generasi yang berpengetahuan luas, berkarakter dan berakhlak.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam mendukung pembangunan Tanah Laut yang Simpang, Maju dan Berkelanjutan, dengan menempatkan pembangunan manusia sebagai salah satu fondasi utama kemajuan daerah. (MN)