Maulid Nabi di Ponpes Sirajul Huda, Wabup Zazuli: Lindungi Generasi Muda dari Pengaruh Negatif Zaman

Momentum Maulid Nabi Muhammad SAW dijadikan pengingat pentingnya memperkuat pendidikan agama, keteladanan, ukhuwah, dan perlindungan generasi muda dari pengaruh negatif perkembangan zaman.

PELAIHARI, POSTKalimantan – Derasnya perkembangan teknologi dan perubahan zaman menjadi tantangan tersendiri dalam membentuk karakter generasi muda. Karena itu, penguatan iman, akhlak, serta pendidikan agama dinilai menjadi benteng penting agar anak-anak bangsa tidak mudah terseret berbagai pengaruh negatif.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Bupati Tanah Laut H. Muhammad Zazuli saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Pondok Pesantren Sirajul Huda Pelaihari, Kamis (10/9/2026).

Di hadapan keluarga besar pesantren dan masyarakat yang hadir, Zazuli memberikan apresiasi atas konsistensi Pondok Pesantren Sirajul Huda dalam menjalankan peran pendidikan sekaligus pembinaan keagamaan.

Menurutnya, pesantren tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga memiliki posisi strategis dalam membentuk kepribadian dan karakter generasi muda agar memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, spiritual, dan sosial.

“Terlebih bagi generasi muda, agar di tengah perkembangan zaman dan teknologi yang begitu cepat, generasi kita tetap memiliki iman, akhlak, dan pegangan agama yang kuat,” pesan Wabup Zazuli.

Ia menilai, kemajuan teknologi pada satu sisi memberikan banyak manfaat dan kemudahan. Namun di sisi lain, perkembangan tersebut juga menghadirkan berbagai tantangan apabila tidak diimbangi dengan pendampingan, pendidikan karakter, dan nilai-nilai agama yang kuat.

Karena itu, Zazuli mengajak para orang tua, pendidik, tokoh agama, serta seluruh elemen masyarakat untuk tidak menyerahkan sepenuhnya pembentukan karakter anak kepada lingkungan sekolah atau pesantren.

Menurutnya, keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam menanamkan nilai-nilai kebaikan. Keteladanan orang tua dan lingkungan sekitar akan menjadi fondasi penting bagi anak dalam menentukan sikap di tengah perubahan sosial yang semakin cepat.

Momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, lanjutnya, hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. Kecintaan kepada Rasulullah SAW harus diwujudkan melalui upaya meneladani akhlak, sikap, dan perilaku beliau dalam kehidupan sehari-hari.

“Semoga melalui peringatan Maulid Nabi ini, kita semakin mencintai Rasulullah SAW dan mampu mengambil keteladanan beliau untuk diterapkan dalam kehidupan,” ujarnya.

Zazuli juga menekankan pentingnya memperkuat ukhuwah dan silaturahmi di tengah masyarakat. Menurutnya, semangat kebersamaan merupakan modal sosial yang sangat berharga untuk menjaga keharmonisan sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat.

Ia berharap Pondok Pesantren Sirajul Huda dan lembaga pendidikan keagamaan lainnya di Tanah Laut dapat terus berkontribusi mencetak generasi yang berilmu, beriman, berakhlak, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.

“Pendidikan yang kuat akan melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas. Namun ilmu juga harus dibarengi dengan akhlak dan nilai-nilai agama agar generasi kita mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya,” pungkasnya.

Peringatan Maulid Nabi di Pondok Pesantren Sirajul Huda pun menjadi momentum untuk kembali mengingat pentingnya menghadirkan generasi yang bukan hanya unggul secara pengetahuan, tetapi juga kokoh dalam iman, santun dalam perilaku, dan mampu memberikan manfaat bagi sesama. (MN)