Lima tersangka dari lintas daerah ditangkap, jalur distribusi melibatkan beberapa provinsi sebelum masuk ke Kalimantan Selatan.
BANJARBARU, POSTKalimantan – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kalimantan Selatan kembali menunjukkan keseriusannya dalam memerangi peredaran narkotika. Dalam operasi besar yang berlangsung selama lima hari, mulai 8 hingga 12 Juni 2026, aparat berhasil menggagalkan penyelundupan sabu dalam jumlah fantastis mencapai 128.705,17 gram atau lebih dari 128 kilogram.
Dari pengungkapan tersebut, lima orang tersangka yang diduga merupakan bagian dari jaringan narkoba lintas provinsi hingga internasional berhasil diamankan. Nilai ekonomi barang haram yang disita diperkirakan mencapai lebih dari Rp231 miliar.

Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan melalui Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan bukti nyata komitmen Polri dalam menutup ruang gerak jaringan narkotika di wilayah Kalimantan Selatan.
“Dari pengungkapan ini, terdapat 128 kilogram sabu-sabu yang berhasil diamankan dari lima orang tersangka,” ujar Kapolda saat konferensi pers di Mapolda Kalsel, Banjarbaru, Kamis (18/6/2026).
Pengungkapan kasus ini merupakan hasil pengembangan intensif yang dilakukan Ditresnarkoba Polda Kalsel di bawah pimpinan Kombes Pol Baktiar Joko Mujiono. Kelima tersangka berinisial JR, RA, MA, JA, dan SU diketahui berasal dari berbagai daerah, yakni Palembang, Depok, serta Kalimantan Selatan.
Hasil penyelidikan mengungkap bahwa jaringan tersebut memanfaatkan jalur distribusi yang panjang dan kompleks. Barang haram diduga dikirim dari wilayah Pangandaran, Tasikmalaya, hingga Bandung, kemudian melintas melalui Surabaya sebelum akhirnya masuk ke Kalimantan Selatan.
Untuk memutus rantai peredaran, petugas melakukan penyergapan di empat lokasi berbeda, yakni kawasan Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, dua titik di Liang Anggang, Banjarbaru, serta area parkir RSUD Ulin Banjarmasin.
Menurut Kapolda, nilai fantastis dari barang bukti yang diamankan bukanlah satu-satunya ukuran keberhasilan operasi tersebut. Yang lebih penting, kata dia, adalah terselamatkannya masyarakat dari ancaman narkotika.
“Hari ini kita mengungkap 128 kilogram narkotika. Namun yang lebih penting adalah kita menyelamatkan ratusan ribu anak bangsa dan masyarakat Kalimantan Selatan dari bahaya narkoba,” tegasnya.
Kapolda juga mengingatkan bahwa pengungkapan ini menjadi indikator bahwa Kalimantan Selatan masih menjadi salah satu sasaran peredaran narkoba dalam skala besar. Karena itu, sinergi seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan untuk memerangi kejahatan narkotika.
“Kami akan terus mengungkap, menangkap, dan menindak tegas pelaku peredaran narkoba. Tidak ada ruang sekecil apa pun bagi jaringan narkotika di Kalimantan Selatan. Perang melawan narkoba harus terus dilanjutkan,” pungkasnya. (Pk)














