Wabup Zazuli Lepas Tiga Duta Inovasi Tala, Optimistis Ukir Prestasi di Pepelingasih Kalsel 2026

Usung inovasi maggot, ekoenzim, dan gerakan zero waste, tiga wakil Tanah Laut dibekali matang untuk bersaing memperebutkan tiket menuju ajang nasional.

PELAIHARI, POSTKalimantan – Semangat inovasi dan kepedulian terhadap lingkungan menjadi modal utama tiga pemuda Kabupaten Tanah Laut (Tala) yang akan berlaga pada ajang Pepelingasih Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan 2026 di Banjarmasin, 27–29 Juli mendatang. Ketiganya membawa gagasan kreatif yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Tiga duta muda tersebut, yakni Atma, Lintang, dan Kia, mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Tanah Laut. Menjelang keberangkatan, mereka menerima motivasi langsung dari Wakil Bupati Tanah Laut, H. Muhammad Zazuli, sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendorong lahirnya generasi muda yang inovatif, berdaya saing, dan mampu mengharumkan nama daerah.

Mewakili Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Tanah Laut, Rudi Imtiansyah, Kepala Bidang Kepemudaan M. Hadiat Wicaksono menjelaskan, ketiga peserta dipilih karena memiliki karya inovatif yang telah diterapkan dan memberi dampak positif di lingkungan sekitar.

Atma mengusung inovasi budidaya maggot sebagai solusi pengolahan sampah organik sekaligus sumber pakan alternatif yang bernilai ekonomis. Lintang menghadirkan inovasi ekoenzim berbahan limbah dapur yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik dan cairan pembersih alami. Sementara Kia membawa gerakan zero waste di lingkungan sekolah guna menekan produksi sampah sejak dari sumbernya.

“Insya Allah kami mengirim tiga peserta terbaik yang masing-masing memiliki inovasi berbeda dan sudah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Hadiat, Senin (20/7/2026).

Untuk menghadapi persaingan di tingkat provinsi, Dispora Tala melakukan pembinaan secara intensif selama hampir satu bulan. Selain memperdalam materi inovasi, para peserta juga mendapat pelatihan teknik presentasi dan kemampuan berbicara di depan publik agar mampu menyampaikan gagasan secara meyakinkan di hadapan dewan juri.

“Kami terus mematangkan kesiapan mereka, baik dari sisi substansi inovasi maupun kemampuan presentasi, sehingga dapat tampil maksimal sesuai harapan pemerintah daerah,” katanya.

Ajang Pepelingasih sendiri akan melalui sejumlah tahapan penilaian yang cukup ketat, mulai dari evaluasi makalah, video inovasi, sesi wawancara, hingga presentasi langsung. Peserta dengan nilai terbaik akan mewakili Kalimantan Selatan pada kompetisi tingkat nasional.

Hadiat mengakui persaingan tahun ini tidak akan mudah karena seluruh peserta merupakan perwakilan terbaik dari kabupaten dan kota se-Kalimantan Selatan. Namun demikian, pihaknya tetap optimistis Tala mampu mencatatkan prestasi yang lebih baik dibanding tahun sebelumnya yang berhasil menembus lima besar tingkat provinsi.

“Target kami tentu memberikan hasil terbaik. Semoga mereka mampu mengharumkan nama Kabupaten Tanah Laut sekaligus membuka jalan menuju ajang nasional,” pungkasnya. (MN)