Dispora Tala Cetak Generasi Tangguh Lewat Tala Bootcamp 2026, Fokus Karakter hingga Jejaring Nasional

Peserta tak hanya mendapat materi dari narasumber nasional, tetapi juga ditempa melalui aktivitas lapangan untuk membangun karakter, kepemimpinan, kemampuan berpikir kritis, serta memperluas jejaring.

PELAIHARI, POSTKalimantan – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Tanah Laut (Tala) memastikan Tala Bootcamp 2026 hadir bukan sekadar sebagai kegiatan pelatihan biasa. Program perdana ini dirancang menjadi ruang pembinaan generasi muda melalui penguatan karakter, peningkatan kapasitas diri, hingga perluasan jejaring yang akan menjadi bekal menghadapi tantangan masa depan.

Komitmen tersebut disampaikan Kepala Bidang Kepemudaan Dispora Tanah Laut, M. Hadiat Wicaksono, mewakili Kepala Dispora Rudi Imtiansyah, S.Pd., M.Si., usai pembukaan Tala Bootcamp 2026 di Aula Hutan Jati, Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Tanah Laut, Kamis (9/7/2026).

Menurut Hadiat, antusiasme peserta sejak hari pertama menjadi sinyal positif terhadap program pembinaan kepemudaan yang baru pertama kali digelar tersebut. Peserta yang mengikuti bootcamp merupakan pemuda-pemudi terbaik dari berbagai kecamatan di Tanah Laut yang telah melalui proses seleksi.

“Alhamdulillah, semangat peserta sangat luar biasa. Mereka datang dengan motivasi tinggi untuk belajar, berkembang, dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang telah disiapkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, keberhasilan penyelenggaraan Tala Bootcamp tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Selain melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), kegiatan ini juga mendapat kolaborasi dari Bank Kalsel, PT Air Minum Berkah Banua (Perseroda), dunia usaha, hingga organisasi kepemudaan.

Hadiat menuturkan, konsep bootcamp sengaja dirancang berbeda dari pelatihan konvensional. Selain mengikuti sesi kelas bersama para narasumber, peserta juga akan menjalani berbagai aktivitas luar ruangan seperti berkemah dan outbound yang bertujuan membentuk mental, jiwa kepemimpinan, disiplin, serta kemampuan bekerja dalam tim.

“Pembentukan karakter tidak cukup hanya melalui teori di dalam ruangan. Pengalaman langsung di lapangan menjadi bagian penting agar peserta mampu mengasah kepemimpinan, komunikasi, dan kerja sama,” katanya.

Tak hanya itu, peserta juga memperoleh pembekalan dari sejumlah narasumber berpengalaman, mulai dari jurnalis Metro TV, Langkah Inovasi Indonesia, hingga Havax. Materi yang diberikan mencakup pengembangan pola pikir kritis, kemampuan menulis gagasan, hingga penyusunan policy brief sebagai solusi terhadap berbagai persoalan di tengah masyarakat.

Melalui pendekatan tersebut, Dispora berharap para peserta mampu menjadi generasi muda yang tidak hanya kritis dalam melihat persoalan, tetapi juga mampu menawarkan solusi yang aplikatif dan berdampak bagi daerah.

Di sisi lain, kehadiran narasumber dari luar Tanah Laut juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk memperluas relasi hingga tingkat regional maupun nasional. Jejaring yang terbangun selama kegiatan diharapkan menjadi modal penting dalam mengembangkan berbagai aktivitas kepemudaan di masa mendatang.

“Tidak hanya mendapatkan ilmu, mereka juga membangun koneksi baru dengan sesama peserta maupun para narasumber. Jaringan seperti ini sangat penting untuk membuka peluang kolaborasi di kemudian hari,” jelas Hadiat.

Dispora Tanah Laut menaruh harapan besar agar Tala Bootcamp mampu melahirkan generasi muda yang berkarakter kuat, inovatif, adaptif terhadap perubahan, serta memiliki daya saing tinggi. Apabila program ini memberikan dampak positif, kegiatan serupa akan terus dikembangkan sebagai agenda pembinaan kepemudaan di tahun-tahun berikutnya.

Hadiat juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk media massa, untuk terus mendukung berbagai program kepemudaan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Tanah Laut sehingga semakin banyak lahir pemuda-pemudi yang siap mengambil peran dalam mendorong kemajuan daerah. (MN)