Sambo Muda Banjarmasin Unjuk Taring, Wali Kota Cup 2026 Jadi Panggung Regenerasi Atlet

Sekitar 60 atlet usia 6–15 tahun bertarung di kategori pemula dan kadet. Pemkot Banjarmasin mendorong kejuaraan Sambo digelar berkelanjutan untuk memperkuat pembinaan sekaligus membuka jalan prestasi generasi muda.

BANJARMASIN, POSTKalimantan – Gelora pembinaan atlet muda kembali menggema di Kota Banjarmasin. Sekitar 60 atlet usia 6 hingga 15 tahun ambil bagian dalam Kejuaraan Wali Kota Cup Cabang Olahraga Sambo 2026, Jumat (21/8/2026).

Ajang tersebut tidak sekadar menjadi arena adu kemampuan di atas matras. Lebih dari itu, kejuaraan ini diproyeksikan sebagai ruang evaluasi, pembibitan, sekaligus regenerasi atlet Sambo Banjarmasin agar mampu melahirkan talenta-talenta baru yang siap bersaing di level lebih tinggi.

Kejuaraan yang menyasar kategori pemula dan kadet itu juga menjadi bagian dari semarak memperingati Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin.

Panitia Pelaksana Kejuaraan Wali Kota Cup Sambo 2026 Kota Banjarmasin, Ricky Fajar Adi Putra, mengatakan penyelenggaraan kompetisi menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pembinaan atlet sejak usia dini.

Menurutnya, latihan tanpa kompetisi akan sulit menjadi tolok ukur perkembangan seorang atlet. Karena itu, kejuaraan perlu digelar secara konsisten agar kemampuan atlet dapat dievaluasi secara berkala.

“Kejuaraan ini kami fokuskan pada kategori pemula dan kadet sebagai langkah strategis untuk pembibitan dan regenerasi atlet Sambo Kota Banjarmasin,” ujarnya dalam laporan pelaksanaan kegiatan.

Bukan Sekadar Bertanding, tetapi Menyiapkan Generasi Juara

Dukungan terhadap pembinaan tersebut datang dari Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar), KONI Kota Banjarmasin, serta berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan.

Mewakili Wali Kota Banjarmasin, HM. Yamin, HR, Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin Ichrom Muftezar, S.STP, M.Si turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kejuaraan tersebut sekaligus membuka kegiatan secara resmi.

Ia menilai kompetisi seperti Wali Kota Cup memiliki posisi penting dalam mengukur efektivitas program latihan yang selama ini dijalani para atlet.

Bagi atlet muda, pertandingan bukan semata-mata tentang menang atau kalah. Setiap pertandingan menjadi pengalaman untuk membangun keberanian, kedisiplinan, mental bertanding, sekaligus sportivitas.

Pemerintah Kota Banjarmasin pun mendorong agar kompetisi serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Bahkan, muncul gagasan agar ajang evaluasi atlet bisa digelar secara berkala, termasuk setiap sekitar 100 hari, sehingga perkembangan atlet dapat dipantau secara lebih terukur.

Sambo Mulai Dilirik, Sekolah Jadi Target Pengembangan

Sambo yang memadukan teknik bela diri seperti judo dan gulat dinilai memiliki prospek besar untuk dikembangkan di Kalimantan Selatan, khususnya Kota Banjarmasin.

Meski tergolong cabang olahraga yang relatif baru berkembang di daerah ini, antusiasme anak-anak dan remaja menjadi sinyal positif bagi masa depan pembinaan Sambo.

Pengurus Sambo Banjarmasin bahkan menyiapkan langkah memperluas pengenalan olahraga tersebut melalui sekolah-sekolah.

Sosialisasi direncanakan dilakukan bersama Pengurus Provinsi Sambo Kalimantan Selatan dan instansi terkait, dengan harapan Sambo dapat berkembang menjadi salah satu pilihan kegiatan ekstrakurikuler bagi pelajar.

Langkah tersebut sekaligus menjadi strategi untuk memperluas basis pencarian bibit atlet sejak usia dini.

Prestasi Porprov Jadi Modal Besar

Optimisme itu bukan tanpa alasan. Pembinaan Sambo Kota Banjarmasin sebelumnya telah menunjukkan hasil menjanjikan pada ajang Porprov Kalsel 2025 di Kabupaten Tanah Laut.

Tim Sambo Kota Banjarmasin sukses keluar sebagai juara umum dengan torehan 11 medali emas, tujuh perak, dan dua perunggu.

Capaian tersebut menjadi modal penting sekaligus standar yang ingin diteruskan kepada generasi berikutnya.

Para peserta kategori pemula dan kadet yang tampil di Wali Kota Cup 2026 diharapkan mampu menjadi penerus prestasi tersebut, bahkan membawa nama Banjarmasin ke panggung regional, nasional hingga internasional.

Prestasi Olahraga Bisa Buka Banyak Pintu

Selain mengejar prestasi, pembinaan olahraga sejak usia dini juga dinilai memberikan manfaat jangka panjang bagi masa depan anak-anak.

Prestasi olahraga dapat menjadi salah satu jalur yang mendukung akses pendidikan, membuka peluang beasiswa, sekaligus menjadi bekal bagi mereka yang kelak ingin meniti karier di berbagai bidang, termasuk profesi yang membutuhkan kedisiplinan dan kemampuan fisik.

Karena itu, keberadaan orang tua, pelatih, pengurus cabang olahraga, pemerintah dan KONI menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan seorang atlet.

Di atas matras, para atlet muda Banjarmasin pun dituntut tidak hanya menunjukkan teknik terbaik, tetapi juga menjunjung tinggi sportivitas.

Kejuaraan Wali Kota Cup Sambo 2026 akhirnya bukan hanya tentang siapa yang berdiri sebagai pemenang. Lebih jauh, ajang ini menjadi investasi jangka panjang untuk membangun generasi atlet Banjarmasin yang tangguh, disiplin dan bermental juara.
Salam olahraga! (Pk)