Rapat Paripurna DPRD menjadi momentum evaluasi program pembangunan sekaligus penyusunan strategi penguatan Pendapatan Asli Daerah untuk menghadapi tantangan fiskal di masa mendatang.
PELAIHARI, POSTKalimantan – Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Tala) menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pembangunan daerah melalui evaluasi program yang berkelanjutan dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tanah Laut yang digelar pada Rabu (17/6/2026).
Bupati Tanah Laut H. Rahmat Trianto hadir didampingi Wakil Bupati H. Muhammad Zazuli dalam agenda penyampaian rancangan peraturan daerah, pandangan umum fraksi-fraksi DPRD, serta jawaban pemerintah daerah terhadap sejumlah usulan regulasi. Forum tersebut sekaligus menjadi ruang evaluasi terhadap capaian pembangunan yang telah berjalan selama ini.
Dalam sambutannya, Rahmat menekankan bahwa kemajuan daerah tidak dapat dicapai tanpa sinergi yang kuat antara eksekutif dan legislatif. Menurutnya, kolaborasi yang harmonis menjadi fondasi penting dalam memastikan setiap program pemerintah berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sejumlah program pembangunan menjadi perhatian dalam evaluasi tersebut. Pemerintah daerah mengakui masih terdapat beberapa kegiatan yang belum mencapai target optimal, di antaranya program rumah layak huni yang memerlukan percepatan pelaksanaan serta program cetak sawah yang menghadapi berbagai tantangan teknis dan faktor cuaca di lapangan.
Rahmat menegaskan, seluruh masukan, kritik, dan rekomendasi dari fraksi-fraksi DPRD akan menjadi bahan penting dalam penyempurnaan kebijakan pembangunan ke depan. Ia menilai evaluasi yang konstruktif merupakan bagian dari upaya menghadirkan pemerintahan yang semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
Di tengah dinamika pembangunan, Bupati juga menyoroti pentingnya penguatan PAD sebagai strategi utama menjaga keberlanjutan program daerah. Langkah tersebut dinilai semakin relevan mengingat adanya potensi penyesuaian anggaran pada tahun 2027 yang dapat memengaruhi ruang fiskal pemerintah daerah.
Berbagai sektor potensial seperti pariwisata, pertanian, perikanan, perkebunan, dan pengembangan ekonomi lokal menjadi fokus untuk meningkatkan kemandirian fiskal daerah. Upaya ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer dari pemerintah pusat sekaligus memperkuat kapasitas pembangunan daerah secara berkelanjutan.
“Penguatan PAD menjadi salah satu kunci agar pembangunan tetap berjalan dan manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat,” tegas Rahmat dalam forum tersebut.
Melalui evaluasi yang terbuka dan sinergi yang terus diperkuat bersama DPRD, Pemerintah Kabupaten Tanah Laut optimistis mampu meningkatkan kualitas pembangunan, memperkuat tata kelola pemerintahan, serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang lebih merata di seluruh wilayah Bumi Tuntung Pandang. (MN)














