Sidak SPBU di Pelaihari, Tim Gabungan Tala Pastikan BBM Subsidi Tepat Sasaran

Satpol PP, Damkar, dan Satreskrim Polres Tanah Laut turun langsung memantau distribusi Pertalite dan Solar guna mencegah penyalahgunaan serta menjaga hak konsumen.

PELAIHARI, POSTKalimantan – Komitmen Pemerintah Kabupaten Tanah Laut dalam menjaga distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi terus diperkuat. Senin (15/6/2026), tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tanah Laut bersama Satreskrim Polres Tanah Laut melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Pelaihari.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya pengawasan terhadap penyaluran BBM subsidi, khususnya jenis Pertalite dan Solar, agar tepat sasaran serta terhindar dari potensi penyimpangan di lapangan.

Dalam sidak tersebut, petugas memantau langsung aktivitas pengisian bahan bakar, kondisi antrean kendaraan, hingga ketersediaan stok di tangki penyimpanan. Pengelola SPBU juga diminta melakukan uji tera menggunakan alat ukur khusus guna memastikan volume bahan bakar yang disalurkan sesuai standar dan tidak merugikan masyarakat sebagai konsumen.

Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan Daerah (Kabid Gakda) Satpol PP dan Damkar Tanah Laut, Masaninor, mengatakan pengawasan dilakukan untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal sekaligus menjaga distribusi BBM subsidi tetap sesuai ketentuan.

Menurutnya, hasil pemantauan di salah satu SPBU menunjukkan kondisi pasokan masih aman. Alokasi Pertalite tercatat mencapai 16 ribu liter per hari dengan suplai 8 ribu liter setiap tangki datang, sementara stok yang tersedia saat pemeriksaan masih berada pada kisaran 20 ribu liter.

“Insyaallah kegiatan pengawasan akan terus kami lakukan. Bersama rekan-rekan dari Satreskrim, kami ingin memastikan distribusi dan pelayanan BBM benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak menerimanya,” ujar Masaninor.

Sementara itu, Ipda Fahmi Sanusi dari Satreskrim Polres Tanah Laut menjelaskan bahwa ketersediaan Pertalite di tangki pendam masih mencukupi kebutuhan masyarakat. Untuk Solar dan jenis BBM lainnya, pasokan sedang dalam perjalanan menuju SPBU sehingga potensi kekosongan stok dapat diantisipasi sejak dini.

Kehadiran tim gabungan turut membawa dampak positif terhadap aktivitas di area pengisian. Antrean kendaraan roda dua maupun roda empat terlihat lebih tertib, sementara pihak SPBU semakin memperketat pengawasan transaksi Pertalite dengan menerapkan penggunaan barcode bagi kendaraan roda empat sesuai regulasi yang berlaku.

Pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum memastikan kegiatan serupa akan dilaksanakan secara berkala di berbagai wilayah Kabupaten Tanah Laut. Pengawasan berkelanjutan ini diharapkan mampu menjaga transparansi distribusi BBM subsidi sekaligus memberikan rasa aman dan kepastian bagi masyarakat dalam memperoleh bahan bakar. (MN)