Sekda Tanah Laut Ismail Fahmi meminta lulusan PKP tidak menjadikan pelatihan sebatas pemenuhan syarat karier, tetapi mampu menerjemahkan gagasan perubahan menjadi inovasi yang berdampak bagi organisasi dan masyarakat.
PELAIHARI, POSTKalimantan – Kelulusan dari sebuah pelatihan kepemimpinan bukanlah garis akhir. Justru setelah kembali ke lingkungan kerja, para peserta dituntut membuktikan sejauh mana kompetensi dan gagasan perubahan yang diperoleh mampu menghadirkan perbaikan nyata.
Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Laut, Ismail Fahmi, saat mewakili Bupati Tanah Laut menutup Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan V Tahun 2026 di Aula BKPSDM Kabupaten Tanah Laut, Jumat (2/10/2026).
Menurut Ismail Fahmi, keberhasilan mengikuti PKP tidak cukup diukur dari kelulusan maupun sertifikat yang diterima. Lebih dari itu, para lulusan diharapkan mampu tampil sebagai pemimpin yang efektif di unit kerjanya masing-masing.
“Pelatihan ini diharapkan tidak berhenti pada pemenuhan persyaratan pengembangan karier, tetapi benar-benar membentuk pemimpin yang mampu bekerja efektif, mengambil keputusan dengan tepat, membangun koordinasi, serta memastikan setiap tugas berjalan sesuai dengan ketentuan dan tujuan organisasi,” tegasnya.
PKP Angkatan V 2026 dilaksanakan dengan pola penjaminan mutu dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Kalimantan Selatan.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya dalam memperkuat kapasitas pejabat pengawas agar mampu menjalankan fungsi kepemimpinan, mengelola pekerjaan secara efektif, sekaligus mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik.

Ismail Fahmi juga menyoroti berbagai rancangan aksi perubahan yang telah disusun peserta selama mengikuti rangkaian pelatihan.
Ia meminta gagasan-gagasan tersebut tidak berhenti sebagai dokumen pelatihan atau sekadar memenuhi tahapan administrasi. Sebaliknya, setiap inovasi yang dinilai relevan dan memberikan manfaat perlu dikaji untuk kemudian dikembangkan di lingkungan perangkat daerah.
“Rancangan aksi perubahan yang telah disusun para peserta agar dapat dihimpun dan dikaji. Apabila terdapat inovasi yang relevan dan dapat memberikan manfaat, tentu dapat dikembangkan untuk menjadi inovasi yang dilaksanakan oleh SKPD terkait,” ujarnya.
Pesan itu sekaligus menjadi tantangan bagi para lulusan PKP untuk membawa hasil pembelajaran ke tempat kerja masing-masing.
Sebab, menurutnya, kepemimpinan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menjalankan tugas administratif, tetapi juga bagaimana seorang pemimpin mampu membangun koordinasi, mengambil keputusan secara tepat, menggerakkan tim, serta memastikan pekerjaan memberikan hasil sesuai tujuan organisasi.
Penutupan PKP Angkatan V 2026 turut dihadiri jajaran BPSDMD Provinsi Kalimantan Selatan, Kepala BKPSDM Kabupaten Tanah Laut, serta pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanah Laut.
Kehadiran jajaran tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memastikan proses pengembangan kompetensi ASN tidak berhenti setelah pelatihan selesai, tetapi berlanjut melalui penerapan hasil pembelajaran di lingkungan kerja.
Pada kesempatan yang sama, Sekda Tanah Laut Ismail Fahmi menyerahkan piagam penghargaan kepada peserta terbaik PKP Angkatan V Tahun 2026 sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, capaian, dan prestasi selama mengikuti seluruh rangkaian pelatihan.
Dengan berakhirnya PKP Angkatan V, para peserta kini dihadapkan pada tahap yang lebih penting: membuktikan hasil pembelajaran melalui kinerja.
Pemkab Tanah Laut berharap para pejabat pengawas yang telah mengikuti pelatihan mampu menjadi penggerak perubahan di unit kerja masing-masing, menghadirkan efisiensi dalam pelaksanaan tugas, memperkuat kualitas organisasi, serta mendorong pelayanan publik yang semakin baik bagi masyarakat. (MN)


















