IWAPI Tala Diminta Tak Lagi Menunggu, Dian Rahmat Dorong Pengurus Jemput Bola Dampingi UMKM

Penguatan organisasi hingga tingkat kecamatan dinilai penting untuk memperluas pendampingan, mempercepat legalitas usaha, serta mendorong UMKM perempuan Tanah Laut naik kelas.

PELAIHARI, POSTKalimantan – Perempuan pengusaha di Kabupaten Tanah Laut didorong tidak sekadar bertahan menghadapi persaingan, tetapi harus berani bergerak lebih cepat, memperkuat kualitas usaha, dan memperluas jejaring pasar.

Pesan tersebut mengemuka dalam Rapat Kerja Cabang (Rakercab) Dewan Pengurus Cabang (DPC) Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kabupaten Tanah Laut, yang digelar di Aula Rakat Manuntung, kawasan Hutan Jati Setda Tanah Laut, Sabtu (15/8/2026).

Rakercab dibuka Ketua TP PKK Kabupaten Tanah Laut, Hj. Dian Rahmat, yang sekaligus menekankan pentingnya peran aktif jajaran IWAPI dalam mendampingi pelaku UMKM.

Dian mendorong pengurus IWAPI agar tidak hanya menunggu program, arahan maupun bantuan dari pemerintah. Sebaliknya, organisasi perempuan pengusaha tersebut diminta lebih proaktif membaca kebutuhan anggota dan turun langsung memberikan pendampingan.

Semangat jemput bola dinilai menjadi salah satu kunci agar persoalan yang dihadapi pelaku UMKM dapat segera diidentifikasi sekaligus dicarikan solusi.

Rakercab turut dihadiri Ketua DPD IWAPI Kalimantan Selatan Shinta Laksmi Dewi, S.E., Dr. Hj. Orbawati, S.Sos., M.M., Ketua TP PKK Tanah Laut Hj. Dian Rahmat, serta Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Tanah Laut Hj. Wiwi Zazuli.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Hj. Orbawati menilai Rakercab bukan sekadar agenda rutin organisasi. Forum tersebut harus menjadi ruang untuk menyusun langkah konkret dalam memperkuat kelembagaan sekaligus meningkatkan kapasitas pelaku UMKM perempuan.

Salah satu pekerjaan rumah yang masih perlu mendapat perhatian serius adalah persoalan perizinan dan legalitas usaha.

“Permasalahan izin-mengizin yang berhubungan dengan pelaku UMKM itu sangat diperlukan agar UMKM bisa naik kelas,” ujarnya.

Menurut Orbawati, legalitas bukan sekadar kelengkapan administrasi. Bagi pelaku usaha, legalitas menjadi salah satu pintu untuk memperluas akses terhadap berbagai peluang pengembangan usaha.

Karena itu, pengurus IWAPI mulai dari tingkat DPC hingga ranting diminta lebih aktif melakukan pendataan anggota. Dari data tersebut, kebutuhan masing-masing pelaku usaha dapat dipetakan sehingga pendampingan yang diberikan lebih tepat sasaran.

Penguatan struktur organisasi hingga tingkat anak ranting juga menjadi perhatian. Dengan organisasi yang semakin dekat dengan anggota, proses pembinaan dan pendampingan diharapkan dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Tak hanya legalitas, Orbawati juga mengingatkan pelaku UMKM agar tidak berhenti pada kemampuan menghasilkan produk. Kualitas, mutu dan strategi pemasaran harus terus diperbarui mengikuti perubahan zaman.

“Jangan sampai kita terpuruk oleh keadaan zaman sekarang. Kualitas dan mutu harus ditingkatkan, begitu juga sistem marketing,” tegasnya.

Rakercab kemudian dirangkai dengan pelantikan dan pengukuhan anggota serta pengurus IWAPI di tingkat PAC kecamatan.

Penguatan struktur hingga tingkat kecamatan tersebut diharapkan membuat IWAPI Tanah Laut semakin efektif menjadi ruang kolaborasi bagi perempuan pengusaha. Bukan hanya untuk bertukar pengalaman, tetapi juga membangun jaringan, memperluas akses pasar dan membuka peluang usaha baru.

Dengan organisasi yang semakin solid dan pendampingan yang semakin dekat, IWAPI Tanah Laut menargetkan perempuan pengusaha mampu tumbuh lebih kuat, kompetitif dan mandiri.

Pada akhirnya, penguatan UMKM perempuan bukan hanya berbicara tentang pertumbuhan usaha. Lebih jauh, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperbesar kontribusi perempuan dalam menggerakkan roda ekonomi daerah. (MN)