Data Akurat, Kebijakan Tepat: Wabup Tala Pimpin Deklarasi Dukungan Sensus Ekonomi 2026

BPS Tanah Laut terjunkan 362 petugas lapangan, masyarakat diminta berpartisipasi aktif dan memberikan data yang valid.

PELAIHARI, POSTKalimantan – Pemerintah Kabupaten Tanah Laut menunjukkan keseriusannya dalam mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran pemerintah daerah, camat, hingga perwakilan dunia usaha usai apel gabungan yang dipimpin Wakil Bupati Tanah Laut di halaman Kantor Bupati, Senin (15/6/2026).

Apel gabungan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah, kepala SKPD, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Tanah Laut, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Tanah Laut, serta berbagai elemen strategis lainnya yang menjadi mitra pemerintah dalam pembangunan daerah.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tanah Laut, Siswa Wijarnarko, menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan agenda nasional yang memiliki peran penting dalam memotret kondisi riil perekonomian Indonesia, termasuk di daerah.

Menurutnya, hasil sensus akan menjadi pijakan dalam membaca perubahan struktur ekonomi pascapandemi Covid-19 sekaligus mengidentifikasi perkembangan sektor-sektor baru, termasuk ekonomi digital yang mulai tumbuh dan berkembang di Tanah Laut.

“Sensus ekonomi ini bukan hanya milik BPS, tetapi milik seluruh bangsa Indonesia. Data yang diperoleh akan menjadi dasar penting dalam merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran,” ujarnya.

Selain memetakan aktivitas ekonomi, sensus juga akan memperbarui basis data ekonomi keluarga yang menjadi salah satu instrumen penting dalam penyusunan program pembangunan dan pengentasan kemiskinan.

Karena itu, BPS mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif saat petugas sensus melakukan pendataan di lapangan.

“Kami berharap masyarakat menerima petugas dengan baik serta memberikan jawaban yang jujur dan benar. Data yang akurat akan sangat membantu pemerintah dalam menyusun kebijakan yang berpihak kepada masyarakat,” tambahnya.

Dalam pelaksanaannya, BPS Kabupaten Tanah Laut akan menerjunkan 362 petugas lapangan mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Jumlah tersebut terdiri atas 317 petugas pendata dan selebihnya pengawas yang akan menyisir seluruh wilayah untuk mendatangi rumah tangga dan unit usaha.

Wijarnarko menjelaskan, petugas akan menyesuaikan waktu kunjungan dengan aktivitas masyarakat agar proses pendataan berjalan efektif tanpa mengganggu rutinitas warga.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar memastikan identitas petugas sebelum memberikan data.

“Pastikan petugas yang datang membawa surat tugas resmi, mengenakan ID card, serta rompi petugas sensus. Dengan dukungan seluruh masyarakat, kami optimistis Sensus Ekonomi 2026 di Tanah Laut dapat berjalan sukses,” pungkasnya. (MN)