Dari Arena MTQ ke Ruang Kerja, DPRD Tala Dorong Tradisi Qur’ani

Ketua DPRD Tanah Laut H Khairil Anwar menilai nilai-nilai Al-Qur’an perlu dibawa dari arena MTQ ke sekolah, kantor pemerintahan, hingga kehidupan sehari-hari.

PELAIHARI, POSTKalimantan – Gemuruh Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke-48 tingkat Kabupaten Tanah Laut diharapkan tidak berhenti ketika rangkaian perlombaan berakhir.

Bagi Ketua DPRD Tanah Laut, H Khairil Anwar, MTQ semestinya menjadi momentum untuk menghidupkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan sekolah maupun tempat kerja.

Gagasan itu disampaikan Khairil saat menghadiri pembukaan MTQ Nasional ke-48 tingkat Kabupaten Tanah Laut di lapangan terbuka Pondok Pesantren Noor Hasyim, Kelurahan Karang Taruna, Senin (21/9/2026) malam.

Menurutnya, semangat membaca, mendengarkan, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an perlu mendapat ruang yang lebih luas. Salah satunya dengan membangun kebiasaan menghadirkan lantunan ayat suci di lingkungan kerja.

“Yang berkesan seperti perlunya dihadirkan Al-Qur’an di sekolah maupun tempat kerja,” ujar Khairil.

Ia menyebut, kebiasaan tersebut juga dapat diterapkan di lingkungan Sekretariat DPRD Kabupaten Tanah Laut. Tidak hanya melalui pembacaan ayat suci Al-Qur’an, suasana religius di kantor juga dapat diperkuat melalui kegiatan keagamaan dan tausiah.

“Perlu juga kiranya di kantor didengarkan ayat-ayat Al-Qur’an, karena dengan mendengarkannya akan terasa adem dan membawa kedamaian,” katanya.

MTQ Jangan Berhenti di Arena Perlombaan

Khairil menegaskan, hakikat MTQ tidak sebatas kompetisi membaca maupun menghafal Al-Qur’an. Di balik perlombaan tersebut terdapat pesan yang lebih luas, yakni bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an dapat menjadi bagian dari perilaku dan kehidupan masyarakat.

Menurutnya, kecintaan terhadap Al-Qur’an akan memiliki makna lebih kuat apabila tidak hanya ditampilkan dalam momentum tertentu, tetapi juga diwujudkan melalui kebiasaan sehari-hari.

Termasuk di lingkungan pemerintahan, nilai-nilai tersebut dinilai relevan untuk mendukung terciptanya suasana kerja yang lebih tenang, humanis, dan berorientasi pada pelayanan kepada masyarakat.

“Semangatnya bukan hanya saat MTQ berlangsung, tetapi bagaimana Al-Qur’an bisa terus hadir dan menjadi bagian dari kehidupan kita,” demikian gagasan yang disampaikan Khairil.

Politisi Partai Gerindra itu juga menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan MTQ ke-48 Kabupaten Tanah Laut. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu momentum penting dalam memperkuat kehidupan keagamaan sekaligus membangun kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.

Dengan demikian, MTQ diharapkan tidak hanya melahirkan para juara dari berbagai cabang perlombaan, tetapi juga meninggalkan jejak yang lebih panjang berupa tumbuhnya budaya Qur’ani di tengah masyarakat Bumi Tuntung Pandang. (MN)