347 Lulusan Politala Diwisuda, Hairin Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Ekonomi Tala

347 lulusan Politala didorong tak hanya memburu pekerjaan, tetapi mampu menciptakan peluang, berinovasi, dan menjadi bagian penting dalam pembangunan Tanah Laut.

PELAIHARI, POSTKalimantan – Sebanyak 347 lulusan Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala) resmi menuntaskan perjalanan akademiknya. Namun, prosesi wisuda bukan menjadi garis akhir. Justru dari momen inilah para lulusan ditantang untuk memasuki dunia yang sesungguhnya—dunia kerja, industri, kewirausahaan, sekaligus pembangunan daerah.

Pesan tersebut mengemuka dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda XV Diploma III Angkatan XV dan Diploma IV Angkatan II Tahun 2026 yang digelar di Gedung 83 Dua Mas, Pelaihari, Rabu (26/8/2026).

Bupati Tanah Laut diwakili Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Akhmad Hairin, menyampaikan apresiasi kepada seluruh wisudawan yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan. Apresiasi juga diberikan kepada para orang tua, keluarga, dosen, serta seluruh pihak yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan pendidikan para lulusan.

Hairin menegaskan, gelar akademik yang diperoleh hendaknya tidak berhenti sebagai pencapaian pribadi. Para lulusan harus mampu menerjemahkan ilmu dan keterampilan yang dimiliki menjadi karya nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat.

“Pemerintah daerah mengucapkan selamat atas seluruh pencapaian dan prestasi yang telah diraih. Teruslah berkarya dan menjalin kerja sama dengan dunia luar, karena kemajuan lahir dari kemauan untuk terus berkembang,” pesannya.

Menurut Hairin, tantangan terbesar setelah wisuda bukan hanya bagaimana mendapatkan pekerjaan, tetapi bagaimana menciptakan nilai dan peluang di tengah perubahan dunia kerja yang semakin dinamis.

Karena itu, ia mendorong lulusan Politala agar tidak membatasi diri sebagai pencari kerja. Generasi muda Tanah Laut diharapkan mampu menjadi pelaku usaha, inovator, profesional, maupun tenaga terampil yang benar-benar dibutuhkan dunia industri.

SDM Lokal Harus Jadi Pemain Utama

Hairin mengatakan Pemerintah Kabupaten Tanah Laut terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program pendidikan. Salah satunya melalui program Satu Desa Satu Sarjana.

Program tersebut, lanjutnya, diharapkan tidak hanya meningkatkan angka pendidikan masyarakat, tetapi juga melahirkan sumber daya manusia yang nantinya mampu kembali dan membangun daerah asalnya.

“Anak-anak yang kita biayai melalui program ini diharapkan nantinya kembali ke desa dan ikut membangun desanya sesuai karakter serta potensi yang dimiliki,” jelasnya.

Ia menekankan pentingnya keterkaitan antara pendidikan dengan potensi serta kebutuhan masing-masing wilayah.

Jika sebuah desa memiliki potensi pertanian, perikanan, peternakan, pariwisata, maupun sektor lainnya, maka sumber daya manusia yang dibangun harus diarahkan agar mampu mengembangkan potensi tersebut.

“Kalau daerahnya memiliki potensi tertentu, tentu kita dorong agar pendidikannya juga sesuai dengan kebutuhan tersebut,” ujarnya.

Jangan Sampai Jadi Penonton

Di sisi lain, Hairin juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan dan dunia usaha. Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia tidak akan berjalan maksimal tanpa keterlibatan sektor swasta dan industri.

Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk membuka lebih banyak ruang bagi tenaga kerja lokal sekaligus memastikan kompetensi lulusan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

“Kita harus menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri,” tegasnya.

Pesan paling kuat disampaikan Hairin kepada para lulusan agar tidak kehilangan keberanian untuk mengambil peran di daerah sendiri.

“Jangan sampai kita menjadi penonton di tempat kita sendiri,” tegasnya.

Pernyataan itu menjadi penanda bahwa lulusan Politala diharapkan bukan sekadar hadir sebagai tenaga kerja, tetapi mampu menjadi bagian dari kekuatan ekonomi dan pembangunan Tanah Laut.

Wisuda Bukan Garis Akhir

Hairin kemudian mengingatkan bahwa dunia setelah kampus memiliki tantangan yang jauh berbeda. Perkembangan teknologi, perubahan kebutuhan industri dan persaingan tenaga kerja menuntut setiap lulusan untuk terus belajar.

Menurutnya, kemampuan beradaptasi menjadi modal penting agar para lulusan tidak tertinggal oleh perubahan zaman.

“Kalau hari ini sama dengan hari kemarin, kita termasuk orang yang merugi. Hari ini harus lebih baik dari kemarin, dan besok harus lebih baik dari hari ini,” ujarnya.

Ia berharap 347 lulusan Politala yang dilepas melalui Wisuda XV mampu membawa semangat baru ketika memasuki dunia profesional maupun ketika memilih jalan sebagai pelaku usaha.

Mereka diharapkan tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga membawa kompetensi, karakter, kreativitas dan keberanian untuk menciptakan perubahan.

Sebab, bagi Tanah Laut, para lulusan tersebut bukan sekadar angka dalam sebuah prosesi wisuda. Mereka adalah bagian dari generasi baru yang diharapkan mampu menjadi pemain utama di daerah sendiri, membuka peluang, menciptakan inovasi dan ikut mendorong Tanah Laut semakin maju. (MN)