14 Agustus 1950–2026 — Dari perjalanan sejarah menuju Banua yang semakin maju, berbudaya, dan bermartabat.
BANJARBARU, POSTKalimantan — Peringatan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2026 berlangsung dalam suasana penuh khidmat dan kebersamaan. Momentum bersejarah tersebut dirangkai dengan peresmian Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari di Kota Banjarbaru, Kamis (13/8/2026).
Dalam rangkaian puncak peringatan tersebut, Kepala Divisi Seni Budaya dan Olahraga KERABAT Kalsel, Eka Kurniawan, S, hadir mewakili Ketua KERABAT Kalsel, Indra Jaya.
Kehadiran KERABAT Kalsel menjadi bagian dari semangat bersama untuk memperingati 76 tahun perjalanan Provinsi Kalimantan Selatan sekaligus memperkuat pesan persatuan, pelestarian budaya dan kepedulian terhadap masa depan Banua.
76 Tahun Bukan Sekadar Angka
Hari Jadi ke-76 bukan sekadar seremoni tahunan atau deretan angka dalam perjalanan administratif sebuah daerah.
Lebih jauh, 14 Agustus 1950–14 Agustus 2026 merupakan penanda perjalanan panjang yang diwarnai perjuangan, perubahan, pembangunan, sekaligus harapan masyarakat Kalimantan Selatan.
Setiap generasi memiliki tanggung jawab untuk meneruskan apa yang telah dibangun generasi sebelumnya, sekaligus menghadirkan gagasan baru agar Banua mampu menjawab tantangan zaman.
Bagi KERABAT Kalsel, semangat tersebut harus dibangun melalui kebersamaan.
Pembangunan tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan masyarakat, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, pelaku seni dan budaya, dunia usaha serta seluruh elemen Banua.
KERABAT Kalsel: Maju Bersama untuk Banua
Eka Kurniawan menilai momentum Harjad ke-76 harus menjadi energi positif bagi seluruh masyarakat Kalimantan Selatan.
Menurutnya, masyarakat Banua memiliki modal sosial yang sangat kuat, mulai dari semangat gotong royong, kearifan lokal, kekayaan seni budaya hingga karakter masyarakat yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan.
Potensi tersebut, kata dia, harus terus dirawat dan dikembangkan agar tidak hanya menjadi kebanggaan masa lalu, tetapi juga menjadi kekuatan menghadapi masa depan.
“Kita tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perjalanan pembangunan Banua. Setiap elemen masyarakat memiliki ruang untuk berkontribusi sesuai bidang dan kemampuannya masing-masing,” demikian pesan yang ditekankan dalam semangat kehadiran KERABAT Kalsel pada momentum Harjad ke-76.
Bagi KERABAT, kata “melangkah” memiliki makna yang lebih dalam: bergerak bersama, saling menguatkan, menjaga persaudaraan dan menghadirkan karya yang benar-benar memberikan manfaat.
Kemajuan Jangan Sampai Menghapus Jati Diri
Di tengah derasnya perubahan teknologi, ekonomi dan sosial, Kalimantan Selatan menghadapi tantangan untuk terus berkembang tanpa kehilangan identitas.
Kemajuan tidak semestinya membuat masyarakat tercerabut dari akar sejarah dan budayanya.
Sebaliknya, seni, budaya dan kearifan lokal harus ditempatkan sebagai kekuatan yang ikut mengiringi pembangunan.
Banua memiliki warisan sejarah dan kebudayaan yang sangat kaya. Dari tradisi masyarakat, seni, adat istiadat hingga nilai religius yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat.
Semua itu bukan sekadar peninggalan masa lalu.
Ia merupakan identitas yang harus dirawat, dikembangkan dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Karena itu, pembangunan Kalimantan Selatan idealnya berjalan beriringan: membangun infrastruktur, memperkuat ekonomi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menjaga harmoni sosial dan kebudayaan.
Peresmian Masjid, Simbol Penguatan Nilai Keagamaan
Peresmian Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari juga memberikan warna tersendiri dalam rangkaian momentum Harjad ke-76 Kalsel.
Masjid tidak hanya dipandang sebagai tempat ibadah, tetapi juga memiliki peran penting sebagai ruang pembinaan umat, penguatan nilai moral, pendidikan dan perekat kehidupan sosial masyarakat.
Nama Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari sendiri memiliki keterkaitan kuat dengan sejarah keislaman Banua. Karena itu, keberadaan masjid tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan nilai religius sekaligus memperkokoh karakter masyarakat Kalimantan Selatan.
Semangat pembangunan Banua pun idealnya tidak hanya berorientasi pada kemajuan material, tetapi juga membangun manusia yang berkarakter, berbudaya dan memiliki kepedulian sosial.
Dari Harjad Menuju Gerakan Bersama
Memasuki usia 76 tahun, Kalimantan Selatan berada pada fase yang penuh peluang sekaligus tantangan.
Perubahan lingkungan, perkembangan teknologi, dinamika ekonomi dan pergeseran sosial membutuhkan masyarakat yang adaptif, kreatif dan mampu menjaga persatuan.
Karena itu, semangat Hari Jadi harus melampaui panggung seremoni.
Harjad harus menjadi momentum untuk memperbarui komitmen bersama.
Pemerintah bekerja dengan masyarakat. Organisasi kemasyarakatan hadir sebagai mitra sosial. Generasi muda bergerak dengan kreativitasnya. Pelaku seni dan budaya menjaga identitas Banua. Dunia usaha membuka peluang ekonomi. Dan seluruh masyarakat mengambil bagian dalam membangun Kalimantan Selatan.
Inilah makna sesungguhnya dari maju bersama.
76 Tahun Kalsel, Saatnya Banua Melangkah Lebih Jauh
Empat belas Agustus 1950 hingga 14 Agustus 2026 adalah perjalanan panjang yang tidak boleh dilupakan.
Di dalamnya terdapat sejarah, perjuangan, pengorbanan dan harapan banyak generasi.
Kini, generasi hari ini memiliki tugas untuk meneruskan perjalanan tersebut.
Bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan karya.
Bukan hanya dengan kebanggaan terhadap masa lalu, tetapi dengan keberanian menciptakan masa depan.
KERABAT Kalsel mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persaudaraan, merawat budaya, memperkuat gotong royong dan memberikan kontribusi nyata bagi Banua.
Sebab masa depan Kalimantan Selatan bukan hanya milik pemerintah.
Masa depan Banua adalah tanggung jawab bersama.
Selamat Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan.
14 Agustus 1950–14 Agustus 2026.
Tugul Maharagu, Bagawi Laju, Banua Maju.
Atas nama KERABAT Kalsel
Eka Kurniawan, S Kepala Divisi Seni Budaya dan Olahraga.
(Pk)


















