Lima titik penguatan sinyal yang dipasang sebelumnya dinilai efektif, Pemkab Tanah Laut kini menyiapkan perluasan ke sembilan lokasi baru.
PELAIHARI, POSTKalimantan – Persoalan blank spot jaringan telekomunikasi di sejumlah pelosok Kabupaten Tanah Laut kembali menjadi perhatian pemerintah daerah. Akses komunikasi dan internet yang selama ini menjadi kendala masyarakat di wilayah tertentu perlahan diburu melalui penguatan infrastruktur sinyal.
Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfotasan) Kabupaten Tanah Laut memastikan program penguatan jaringan tersebut terus dilanjutkan.
Kepala Diskominfotasan Tala, Rika Amilia, mengatakan pemerintah daerah telah memasang lima perangkat GSM Booster pada 2025. Tahun ini, program tersebut kembali diperluas dengan rencana penambahan sembilan titik baru.
Hal tersebut disampaikan Rika saat dikonfirmasi awak media seusai Apel Gabungan di Halaman Kantor Bupati Tanah Laut, Senin (10/8/2026).
Menurutnya, GSM Booster yang dipasang pemerintah daerah bukan merupakan BTS. Perangkat tersebut berfungsi sebagai penguat sinyal untuk membantu memperluas jangkauan jaringan telekomunikasi di kawasan yang sebelumnya mengalami keterbatasan akses.
Lima Titik Jadi Langkah Awal
Rika menjelaskan, lima titik yang dipasang pada 2025 berada di sejumlah kawasan yang selama ini menghadapi persoalan akses jaringan.
Lokasinya meliputi Riam, Adungan Salaman, Tebing Siring, Desa Tanjung, serta Desa Sambangan, Kecamatan Bati-Bati.
Beberapa wilayah tersebut, kata Rika, bahkan telah cukup lama menghadapi keterbatasan akses internet.
“Lima titik tersebut ada di Riam, Adungan Salaman yang memang sudah cukup lama tidak mendapatkan akses internet, Tebing Siring, Desa Tanjung, dan satu lagi di Desa Sambangan, Kecamatan Bati-Bati,” jelasnya.
Program tersebut kemudian dievaluasi untuk memastikan perangkat yang telah dipasang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Hasilnya, kata Rika, pengoperasian GSM Booster berjalan dengan baik dan manfaatnya mulai dirasakan warga.
“Alhamdulillah, hasil evaluasi kami program tersebut sampai hari ini berjalan dengan lancar dan memang manfaatnya dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.
Sembilan Titik Baru Disiapkan
Tak berhenti pada lima titik, Diskominfotasan Tala kini memproses penambahan sembilan GSM Booster di sejumlah wilayah.
Penentuan lokasi pemasangan akan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat, tingkat kesulitan akses jaringan, serta kemampuan anggaran pemerintah daerah.
Rika menegaskan, kebijakan efisiensi anggaran membuat pemerintah harus semakin selektif dalam menentukan program yang didahulukan.
“Nanti yang namanya efisiensi itu kan prioritas. Jadi di dalam kegiatan pemerintah daerah, khususnya di Diskominfotasan, kita memilah mana yang memang menjadi program prioritas. Itu yang akan kita utamakan,” katanya.
Menurutnya, perluasan jaringan bukan sekadar persoalan menghadirkan sinyal telepon maupun internet. Di tengah semakin kuatnya ketergantungan masyarakat terhadap layanan digital, keberadaan jaringan komunikasi juga berkaitan erat dengan aktivitas pendidikan, pelayanan publik, ekonomi, hingga komunikasi darurat.
Karena itu, wilayah yang masih mengalami blank spot menjadi salah satu perhatian dalam menentukan prioritas pembangunan infrastruktur digital daerah.
Masyarakat Diminta Aktif Melapor
Di sisi lain, Diskominfotasan Tala meminta masyarakat turut berperan dalam menjaga keberlangsungan perangkat penguat sinyal yang telah dipasang.
Jika ditemukan gangguan pada GSM Booster, masyarakat diminta segera menyampaikan laporan kepada Diskominfotasan agar dapat ditindaklanjuti.
“Apabila memang ternyata ada gangguan atau apa pun, silakan nanti hubungi kami,” kata Rika.
Masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan LAPOR! 112 untuk menyampaikan laporan maupun pengaduan terkait gangguan pelayanan.
Rika menegaskan, efisiensi anggaran yang saat ini dilakukan pemerintah bukan alasan untuk mengesampingkan pelayanan publik.
Efisiensi justru diarahkan agar anggaran yang tersedia dapat difokuskan pada program yang benar-benar memiliki dampak dan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Efisiensi ini bukan hanya terjadi di Diskominfotasan, tetapi secara nasional. Namun pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi yang utama,” tegasnya.
Dengan tambahan sembilan titik GSM Booster tersebut, Pemkab Tanah Laut berharap jangkauan komunikasi masyarakat semakin luas dan kesenjangan akses digital di wilayah pelosok dapat terus dipangkas. (MN)


















