Ricky Boy juga mengingatkan anggota agar tak gegabah bermedia sosial dan memastikan setiap informasi disaring sebelum disebarluaskan.
PELAIHARI, POSTKalimantan – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memasuki fase yang membutuhkan kewaspadaan tinggi. Di tengah kondisi tersebut, jajaran Polres Tanah Laut diminta tidak hanya sigap dalam penanganan di lapangan, tetapi juga mampu menjaga keamanan masyarakat hingga ke ruang digital.
Pesan itu disampaikan Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K. saat memimpin Apel Gabungan di lingkungan Polres Tanah Laut, Senin (10/8/2026).
Dalam arahannya, Ricky Boy menekankan pentingnya menjaga sikap, perilaku, serta profesionalitas setiap personel. Menurutnya, integritas anggota kepolisian tidak hanya terlihat ketika mengenakan seragam dan menjalankan tugas, tetapi juga tercermin dari perilaku sehari-hari di tengah masyarakat.
Ia meminta seluruh personel menghindari berbagai tindakan negatif yang berpotensi merugikan diri sendiri, institusi maupun masyarakat.
Medsos Jangan Jadi Sumber Masalah
Perhatian khusus juga diarahkan pada aktivitas personel di media sosial. Kapolres mengingatkan agar anggota tidak mudah menerima begitu saja setiap informasi yang beredar di dunia maya.
“Bijak dalam bermedia sosial. Tidak semua informasi yang kita lihat itu benar. Saring sebelum sharing dan jangan sampai aktivitas di media sosial justru menimbulkan permasalahan,” tegas Ricky Boy.

Pesan tersebut menjadi pengingat agar personel lebih bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial, terutama dalam menerima, menilai, maupun menyebarkan informasi.
Sikap hati-hati dinilai penting karena satu unggahan maupun penyebaran informasi yang tidak terverifikasi dapat menimbulkan persoalan baru, terlebih ketika dilakukan oleh anggota kepolisian yang melekat dengan institusi negara.
Karhutla Jadi Perhatian Serius
Selain persoalan etika bermedia sosial, Kapolres juga menginstruksikan seluruh personel meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla di wilayah hukum Polres Tanah Laut.
Pencegahan, menurutnya, harus menjadi langkah utama. Personel diminta aktif memantau kondisi wilayah dan mengambil peran dalam upaya mencegah terjadinya kebakaran yang dapat meluas serta mengganggu aktivitas masyarakat.
Kewaspadaan tersebut semakin penting mengingat penanganan karhutla tidak hanya berkaitan dengan pemadaman api, tetapi juga menyangkut keselamatan warga, lingkungan, serta kelancaran aktivitas masyarakat.
Water Bombing Tak Boleh Sembarangan
Dalam kesempatan itu, Ricky Boy secara khusus menyoroti aspek keselamatan dalam pelaksanaan water bombing.
Ia menegaskan, setiap lokasi yang menjadi sasaran water bombing harus terlebih dahulu dipastikan steril. Pengamanan terhadap masyarakat menjadi bagian penting agar proses penanganan karhutla tidak justru menimbulkan risiko baru.
“Pastikan area yang akan dilakukan water bombing benar-benar steril. Amankan masyarakat agar tidak berada di lokasi yang berisiko, sehingga pelaksanaan dapat berjalan aman dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Instruksi tersebut menegaskan bahwa keberhasilan operasi pemadaman tidak hanya diukur dari kemampuan menjatuhkan air ke titik api, tetapi juga dari sejauh mana aspek keselamatan masyarakat dan personel dapat dijamin.
Melalui apel gabungan tersebut, Kapolres Tanah Laut kembali menegaskan tiga hal penting kepada jajarannya: menjaga profesionalitas, menggunakan media sosial secara bijak, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi karhutla.
Di lapangan, setiap personel diharapkan mampu bergerak cepat, tepat dan terukur, sekaligus memastikan kehadiran Polri benar-benar memberikan rasa aman bagi masyarakat Kabupaten Tanah Laut. (MN)


















