Pemilihan Duta GenRe 2026 bukan hanya ajang mencari figur inspiratif, tetapi menjadi momentum menyiapkan generasi muda yang mampu menghadapi ancaman narkoba, hoaks, pergaulan bebas, sekaligus memimpin perubahan menuju Indonesia Emas 2045.
Pesan itu mengemuka dalam Malam Puncak Pemilihan Duta GenRe Kabupaten Tanah Laut Tahun 2026 yang dibuka langsung oleh Bupati Tanah Laut H. Rahmat Trianto di Balairung Tuntung Pandang, Rabu (5/8/2026) malam.
Bagi Rahmat, ajang tersebut bukan sekadar kompetisi tahunan untuk memilih putra-putri terbaik. Lebih dari itu, Duta GenRe adalah investasi sumber daya manusia yang dipersiapkan menjadi motor penggerak perubahan sosial di kalangan remaja.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini jauh lebih kompleks dibanding sebelumnya. Selain ancaman penyalahgunaan narkoba dan pergaulan bebas, derasnya arus informasi digital juga menghadirkan persoalan baru berupa hoaks, disinformasi, hingga krisis keteladanan di ruang media sosial.
Karena itu, ia meminta para finalis memanfaatkan masa pengabdian selama satu tahun untuk menghadirkan pengaruh positif, baik melalui aktivitas langsung di masyarakat maupun lewat platform digital yang kini menjadi bagian dari kehidupan anak muda.
“Ketika menjadi Duta GenRe, kalian harus mampu menjadi teladan bagi teman-teman sebaya. Gunakan media sosial untuk menyebarkan informasi yang positif, mengajak hidup sehat, memiliki perencanaan masa depan, serta menjauhi hal-hal negatif seperti narkoba, pergaulan bebas, maupun berita hoaks,” tegas Rahmat.
Ia menilai, media sosial tidak boleh hanya menjadi ruang hiburan semata, tetapi juga harus menjadi wadah edukasi yang mampu membangun optimisme, menyebarkan inspirasi, serta memperkuat karakter generasi muda.
Di tengah derasnya perkembangan teknologi informasi, menurut Rahmat, kemampuan memproduksi konten yang bermanfaat merupakan bagian dari kepemimpinan generasi masa depan.
“Kita hidup di era digital dengan berbagai tantangan. Karena itu ruang digital harus dipenuhi konten yang memberikan manfaat, semangat, dan motivasi. Jadilah duta yang mampu menginspirasi generasi seusia kalian,” ujarnya.

Rahmat juga mengingatkan bahwa terpilih sebagai Duta GenRe bukanlah garis akhir sebuah kompetisi, melainkan titik awal pengabdian yang sesungguhnya.
Ia berharap para pemenang mampu membuktikan diri melalui karya nyata, menghadirkan program yang menyentuh kebutuhan remaja, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengampanyekan pentingnya perencanaan kehidupan, kesehatan reproduksi, pendidikan, hingga pembangunan karakter.
“Tugas kalian justru dimulai setelah malam ini. Buktikan bahwa kalian layak menjadi kebanggaan Tanah Laut melalui kontribusi nyata bagi masyarakat,” katanya.
Lebih jauh, Rahmat memandang pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur maupun pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kualitas manusianya. Karena itu, pembinaan generasi muda menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Melalui ajang Duta GenRe, Pemerintah Kabupaten Tanah Laut berharap lahir figur-figur muda yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, kemampuan memimpin, serta keberanian menjadi contoh di tengah masyarakat.
Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda Indonesia saat ini, keberadaan Duta GenRe diharapkan menjadi simbol bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten—menginspirasi teman sebaya, menyebarkan nilai-nilai positif, dan menyiapkan masa depan dengan perencanaan yang matang. Dari Tanah Laut, semangat itu diharapkan terus tumbuh sebagai bagian dari ikhtiar membangun generasi Indonesia yang sehat, berkarakter, dan berdaya saing menuju 2045. (MN)


















