Gowes Bareng 483 Pesepeda, KORPRI Tala Bakar Semangat Kebersamaan

Mengusung semangat “Dua Roda, Satu Arah”, KORPRI Fun Bike 2026 mempertemukan ASN, masyarakat, dan komunitas pesepeda dalam satu kayuhan untuk memperkuat kebersamaan dan semangat pelayanan publik.

PELAIHARI, POSTKalimantan – Pagi di Tanah Laut, Sabtu (8/8/2026), terasa berbeda. Ratusan pesepeda dari berbagai kalangan memenuhi kawasan Jalan Hutan Kota. Bukan sekadar mengejar jarak dan kecepatan, mereka datang membawa semangat yang sama: berolahraga, bersilaturahmi, dan mempererat kebersamaan.

Sebanyak 483 pesepeda ambil bagian dalam KORPRI Fun Bike 2026 yang digelar Pengurus KORPRI Kabupaten Tanah Laut. Pesertanya tidak hanya berasal dari kalangan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanah Laut, tetapi juga masyarakat umum dan komunitas pesepeda.

Dari titik start di Jalan Hutan Kota, rombongan kemudian bergerak bersama hingga garis finis di halaman Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tanah Laut.

Bupati Tanah Laut H. Rahmat Trianto yang membuka kegiatan tersebut mengingatkan seluruh peserta agar tidak menjadikan kecepatan sebagai tujuan utama. Menurutnya, keselamatan harus menjadi prioritas sepanjang perjalanan.

“Yang paling penting adalah keselamatan. Ingat kemampuan masing-masing, perhatikan kondisi sepeda dan kondisi fisik. Kalau capek, istirahat,” pesan Rahmat.

Dua Roda, Satu Arah

Bagi Rahmat, KORPRI Fun Bike 2026 memiliki makna lebih luas daripada sekadar aktivitas olahraga. Di atas sadel dan sepanjang jalur yang dilalui, terdapat ruang untuk membangun komunikasi, memperkuat silaturahmi, sekaligus menumbuhkan rasa kebersamaan.

Karena itu, ia meminta seluruh peserta saling memperhatikan dan menjaga satu sama lain selama perjalanan.

Pesan tersebut kemudian dirangkum dalam kalimat sederhana namun sarat makna: “Dua roda, satu arah.”

“Kita berangkat bersama dan mudah-mudahan kembali bersama. Pergi dengan jumlah yang sama, kembali dengan jumlah yang sama, tanpa kurang apa pun,” ujar Rahmat.

Pesan itu sekaligus menjadi gambaran semangat yang ingin dibangun melalui kegiatan tersebut. Kebersamaan bukan hanya hadir ketika semua berada di titik start, tetapi juga harus terjaga hingga seluruh peserta tiba dengan selamat di garis finis.

Dari Jalur Gowes ke Lingkungan Kerja

Wakil Bupati Tanah Laut H. Muhammad Zazuli menilai semangat yang tumbuh dalam kegiatan olahraga bersama semestinya tidak berhenti setelah sepeda kembali diparkir.

Menurutnya, nilai kebersamaan, disiplin, sportivitas, dan sikap saling mendukung yang tercipta dalam kegiatan tersebut harus menjadi bagian dari budaya kerja ASN.

“Semangat kebersamaan, disiplin, sportivitas, dan saling mendukung harus terus kita bawa ke tempat kerja, menjadi budaya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata Zazuli.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan masyarakat serta komunitas pesepeda dalam KORPRI Fun Bike 2026.

Menurut Zazuli, kehadiran berbagai unsur dalam satu kegiatan menunjukkan bahwa KORPRI tidak hanya berbicara tentang organisasi aparatur, tetapi juga dapat menjadi jembatan yang memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.

Keterlibatan masyarakat tersebut sekaligus memberi warna tersendiri bagi kegiatan. Suasana kebersamaan tidak hanya terasa di antara para ASN, tetapi juga tumbuh melalui interaksi dengan komunitas dan warga yang ikut mengayuh bersama.

KORPRI Fun Bike 2026 turut dihadiri Wakil Ketua Pembina KORPRI Kalimantan Selatan H. Dinansyah, Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Laut sekaligus Ketua KORPRI Tanah Laut Ismail Fahmi, para staf ahli, asisten, kepala SKPD, perwakilan sponsor, ASN, serta masyarakat.

Dengan 483 peserta yang ikut mengayuh, KORPRI Fun Bike 2026 meninggalkan pesan sederhana: olahraga dapat menjadi pintu masuk untuk membangun hubungan yang lebih dekat.

Sebab, ketika ratusan orang bergerak dalam satu arah, yang dibangun bukan hanya kebugaran tubuh, tetapi juga rasa saling menjaga.

Dua roda, satu arah. Berangkat bersama, pulang bersama. (MN)