Ribuan bibit ikan koi, nila, nila albino, gurame dan berbagai jenis ikan lainnya dilepas ke drainase kota yang telah dipercantik dengan air mancur dan lampu warna-warni, sebagai upaya membangun ekosistem perkotaan sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat, (fto ilustrasi).
BANJARMASIN, POSTKalimantan – Wajah drainase kota terus bertransformasi menjadi ruang publik yang tidak hanya berfungsi sebagai saluran air, tetapi juga menghadirkan nilai estetika, edukasi, dan konservasi lingkungan. Sabtu (27/6/2026), ribuan bibit ikan berbagai jenis kembali dilepas ke kawasan drainase yang telah dipercantik dengan air mancur serta pencahayaan lampu warna-warni.
Bibit ikan yang ditebar meliputi ikan koi, nila, nila albino, gurame, serta beberapa jenis ikan air tawar lainnya. Kehadiran ikan-ikan tersebut diharapkan mampu membentuk ekosistem yang sehat sekaligus menjadi daya tarik baru bagi masyarakat yang berkunjung.
Suasana pelepasan bibit ikan berlangsung semarak. Warga yang melintas, termasuk anak-anak, tampak antusias menyaksikan proses penebaran ikan. Momen ini juga menjadi sarana pembelajaran langsung mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan kebersihan drainase.

Perwakilan KERABAT, M. Agus Setiawan, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari gerakan bersama untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap drainase. Saluran air, menurutnya, tidak harus identik dengan kesan kumuh, tetapi dapat menjadi kawasan yang indah, bersih, dan memiliki nilai edukasi.
“Melalui pelepasan ribuan bibit ikan ini, kami ingin menghadirkan lingkungan yang lebih hidup sekaligus menumbuhkan kepedulian masyarakat agar bersama-sama menjaga kebersihan drainase. Jika lingkungannya bersih, ikan dapat tumbuh dengan baik dan masyarakat pun ikut menikmati keindahannya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keberadaan air mancur dengan pencahayaan lampu warna-warni pada malam hari semakin memperkuat daya tarik kawasan tersebut. Selain mempercantik wajah kota, fasilitas itu diharapkan menjadi ruang interaksi masyarakat sekaligus destinasi rekreasi sederhana yang ramah keluarga.

Menurut Agus, keberhasilan program ini sangat bergantung pada partisipasi masyarakat. Ia mengajak seluruh warga untuk tidak membuang sampah ke saluran air serta ikut menjaga habitat ikan yang telah ditebar.
“Konservasi lingkungan bukan hanya tugas pemerintah atau komunitas, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama. Dengan menjaga drainase tetap bersih, kita telah berkontribusi menciptakan kota yang sehat, nyaman, dan lestari,” tuturnya.
Melalui langkah sederhana namun berdampak besar tersebut, drainase kota kini perlahan berubah menjadi ruang hijau perkotaan yang menghadirkan keseimbangan antara fungsi infrastruktur, pelestarian lingkungan, edukasi, dan keindahan kota. Ribuan ikan yang berenang di bawah pancuran air menjadi simbol bahwa ruang publik dapat dikelola secara kreatif demi menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas. (Pk)














