Sinergi Polda Kalsel, Pemkab Tanah Laut, dan masyarakat menjadi langkah nyata menghadirkan akses yang lebih aman, cepat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan pesisir.
TABANIO, POSTKalimantan – Semangat kolaborasi antara kepolisian dan pemerintah daerah kembali diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur strategis di kawasan pesisir Kabupaten Tanah Laut. Polda Kalimantan Selatan bersama Pemerintah Kabupaten Tanah Laut dan Polres Tanah Laut resmi memulai pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Tabanio, Kecamatan Takisung, Selasa (26/5/2026) pagi.
Prosesi peletakan batu pertama berlangsung khidmat dan penuh antusiasme masyarakat. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., didampingi Bupati Tanah Laut H. Rahmat Trianto serta Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K.
Turut hadir jajaran pejabat utama Polda Kalsel, Irwasda Polda Kalsel, unsur Forkopimda, Forkopimcam Takisung, tokoh agama, tokoh masyarakat, para kepala desa, hingga warga Desa Tabanio yang menyambut proyek tersebut dengan penuh harapan. Ketua DPRD Tanah Laut yang merupakan putra daerah Tabanio juga tampak hadir dalam momentum bersejarah tersebut.

Dalam sambutannya, Kapolda Kalsel menyampaikan bahwa Jembatan Merah Putih Presisi akan dibangun menggunakan konstruksi beton dengan panjang sekitar 75 meter. Pembangunan jembatan tersebut dibiayai melalui APBD Kabupaten Tanah Laut dengan total anggaran mencapai Rp7,6 miliar.
“Pembangunan ini bukan hanya menghadirkan infrastruktur fisik, tetapi juga menjadi bentuk nyata kehadiran negara dalam mendukung kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Peletakan batu pertama oleh Kapolda Kalsel bersama Bupati Tanah Laut dan Kapolres Tanah Laut menjadi simbol dimulainya proyek yang digadang-gadang mampu membawa perubahan besar bagi masyarakat pesisir, khususnya warga Desa Tabanio.
Jembatan itu ditargetkan rampung dalam waktu sekitar 180 hari pengerjaan. Kehadirannya diproyeksikan mempermudah mobilitas sekitar 5.000 warga, terutama masyarakat RT 13 dan RT 14 yang selama ini kerap melintasi jalur menuju Masjid Fastabiqul Khairat.
Tak hanya memperlancar aktivitas harian masyarakat, keberadaan Jembatan Merah Putih Presisi juga diyakini akan membuka akses ekonomi baru bagi kawasan pesisir. Distribusi hasil perikanan, aktivitas perdagangan warga, hingga konektivitas antarwilayah diharapkan semakin meningkat setelah jembatan tersebut beroperasi.
Nuansa kebersamaan begitu terasa sepanjang kegiatan berlangsung. Pemerintah Kabupaten Tanah Laut bersama Polda Kalsel pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut menjaga dan mendukung proses pembangunan agar berjalan lancar dan selesai tepat waktu.
Dengan dimulainya pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi, harapan baru bagi masyarakat Tabanio kini mulai terbangun—menghubungkan akses, memperkuat ekonomi, sekaligus mempererat sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat pesisir. (Pk)


















