Pemkab Tanah Laut mematangkan rencana peningkatan kelas RSUD Hadji Boejasin. Wabup Zazuli menegaskan, perubahan status harus dibarengi peningkatan fasilitas, SDM, mutu medis, dan kenyamanan pasien.
PELAIHARI, POSTKalimantan – Rencana peningkatan kelas RSUD Hadji Boejasin Pelaihari memasuki tahap pembahasan lebih serius. Pemerintah Kabupaten Tanah Laut menegaskan, langkah tersebut tidak boleh dimaknai sebatas perubahan status administratif.
Ada ukuran yang jauh lebih penting: masyarakat harus benar-benar merasakan dampaknya ketika membutuhkan pelayanan kesehatan.
Penegasan itu disampaikan Wakil Bupati Tanah Laut, H. Muhammad Zazuli, saat memimpin Focus Group Discussion (FGD) terkait rencana kenaikan kelas RSUD Hadji Boejasin di Aula Barakat Lantai II Kantor Bupati Tanah Laut, Kamis (1/10/2026).
Forum tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Tala Ismail Fahmi, Direktur RSUD Hadji Boejasin beserta jajaran dokter spesialis, para asisten, staf ahli, serta sejumlah kepala SKPD terkait.

Dalam pembahasan tersebut, Zazuli menekankan bahwa peningkatan kelas rumah sakit harus berbanding lurus dengan peningkatan kualitas pelayanan.
Menurutnya, jangan sampai perubahan status hanya terlihat dalam dokumen dan regulasi, sementara masyarakat belum merasakan perubahan berarti saat mengakses layanan kesehatan.
“Target kita bukan sekadar merumuskan regulasi naik kelas, tetapi bagaimana masyarakat bisa merasakan manfaat dari peningkatan tersebut,” tegas Zazuli.
Karena itu, proses menuju kenaikan kelas harus dipersiapkan secara menyeluruh. Mulai dari kesiapan fasilitas dan sarana prasarana, penguatan sumber daya manusia kesehatan, peningkatan kualitas pelayanan medis, hingga aspek kenyamanan pasien.
Zazuli menilai, kebutuhan tersebut tidak dapat dibebankan hanya kepada manajemen rumah sakit. Diperlukan keterlibatan lintas sektor agar seluruh persyaratan dan kebutuhan peningkatan kapasitas RSUD dapat dipetakan secara realistis.
“Dengan perencanaan yang baik, dukungan dari berbagai pihak, dan kerja sama antara pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, manajemen rumah sakit, serta para pemangku kepentingan, peningkatan status RSUD Hadji Boejasin dapat kita wujudkan secara bertahap dan berkualitas,” ujarnya.
FGD tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memetakan kebutuhan riil RSUD Hadji Boejasin sebelum proses peningkatan kelas dilanjutkan ke tahap berikutnya.
Pemkab Tala berharap peningkatan kelas nantinya tidak hanya berdampak pada kapasitas dan status rumah sakit, tetapi juga memperkuat kemampuan RSUD Boejasin dalam memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat.
Dengan kapasitas yang semakin kuat, masyarakat Tanah Laut diharapkan memperoleh akses pelayanan yang lebih lengkap, cepat, berkualitas, sekaligus tetap mengedepankan sisi kemanusiaan.
Bagi Pemkab Tala, esensi “naik kelas” bukan terletak pada perubahan label rumah sakit. Ukuran sesungguhnya adalah perubahan kualitas layanan yang hadir dan dirasakan langsung oleh masyarakat. (MN)


















