Bupati Rahmat Kawal Perlindungan Dokter, 70 Pengurus IDI Tala Resmi Dikukuhkan

Pemkab Tanah Laut menegaskan komitmen memperkuat perlindungan hukum tenaga kesehatan, sementara IDI berkomitmen menjaga etika, integritas, dan marwah profesi dokter.

PELAIHARI, POSTKalimantan – Sebanyak 70 dokter resmi masuk dalam jajaran Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Tanah Laut masa bakti 2026-2029. Pengukuhan berlangsung di Balairung Tuntung Pandang, Pelaihari, Sabtu (3/10/2026).

Lebih dari sekadar pergantian kepengurusan, momentum tersebut menjadi penanda penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi profesi dalam membangun pelayanan kesehatan yang berkualitas, berkeadilan, sekaligus memberikan kepastian bagi tenaga medis dalam menjalankan tugasnya.

Bupati Tanah Laut, H. Rahmat Trianto, menegaskan kesehatan merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat yang harus mendapat perhatian serius pemerintah daerah.

Menurutnya, peningkatan kualitas fasilitas kesehatan tidak cukup hanya dilakukan melalui pembangunan sarana dan prasarana. Perlindungan terhadap sumber daya manusia kesehatan juga menjadi bagian penting agar para dokter dapat menjalankan tugas secara profesional.

“Nah ini yang saya harapkan, kita di sini berkolaborasi. Saya konsen terhadap kesehatan karena kesehatan bagi saya adalah pelayanan dasar. Makanya saya sejak awal konsen masalah rumah sakit, meningkatkan kualitasnya, menyiapkan Perda-nya,” ujar Rahmat.

Ia menilai regulasi daerah memiliki peran penting dalam memberikan kepastian dan rasa aman bagi tenaga medis ketika memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Rahmat mengatakan, pemerintah daerah tidak ingin para tenaga kesehatan bekerja dalam kondisi penuh kekhawatiran karena minimnya perlindungan hukum.

“Saya tidak mau tenaga-tenaga medis ini dikomplain, tidak punya perlindungan, dan lain-lain. Makanya saya segera kejar Perda kemarin, hari itu bikin, kejar terus supaya mereka merasa aman. Nah kalau sudah merasa aman, enak bertindak,” tegasnya.

Namun, perlindungan hukum tersebut, lanjut Rahmat, harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab profesi.

Ia mengingatkan para dokter agar senantiasa memegang teguh kode etik dan standar profesional dalam memberikan pelayanan kepada pasien.

“Ada juga tujuannya menjaga etika profesi. Ini kan profesi yang mulia. Jangan sampai ya gara-gara posisi ada pasien ada apa-apa menjadi keributan atau melakukan hal-hal malpraktik yang tidak sesuai mestinya,” pesannya.

IDI Kalsel Apresiasi Komitmen Pemkab

Komitmen Pemerintah Kabupaten Tanah Laut tersebut mendapat apresiasi dari Ketua IDI Wilayah Kalimantan Selatan, dr. Sigit Prasetia Kurniawan.

Ia menilai adanya perhatian pemerintah daerah terhadap aspek perlindungan dan kepastian hukum bagi tenaga kesehatan merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang kondusif bagi dokter.

“Salah satu poin komitmennya adalah perlindungan dan kepastian hukum bagi sumber daya manusia kesehatan. Saya kira ini menjadi poin utama. Terima kasih, Bapak Bupati. Jadi komitmen pemerintah daerah sangat luar biasa untuk Kabupaten Tanah Laut terhadap kita sebagai SDM kesehatan. Insyaallah kita aman di Kabupaten Tanah Laut,” ungkapnya.

Menurutnya, hubungan yang baik antara pemerintah daerah dan organisasi profesi menjadi modal penting untuk menjaga kualitas pelayanan kesehatan sekaligus membangun kepercayaan masyarakat.

Pengurus Baru Janji Jaga Marwah Profesi

Sementara itu, Ketua IDI Cabang Tanah Laut periode 2026-2029, dr. Eko Suryo Pujiastono, memastikan kepengurusan yang dipimpinnya akan berupaya menjalankan amanah organisasi dengan mengedepankan profesionalisme dan integritas.

Ia menegaskan, menjaga marwah dokter bukan hanya berkaitan dengan kehormatan profesi, tetapi juga menyangkut kepercayaan masyarakat yang harus dipelihara melalui pelayanan yang beretika.

“Pengurus IDI Tanah Laut periode tahun 2026-2029, kami akan berusaha mewujudkan dan menjaga seluruh anggota dari IDI Tanah Laut untuk beretika profesional, sehingga menjaga marwah dokter sebagai profesi yang mulia dan bermartabat,” ucap dr. Eko.

Pengukuhan tersebut turut dihadiri Bupati Tanah Laut H. Rahmat Trianto, Ketua IDI Wilayah Kalsel dr. Sigit Prasetia Kurniawan, Kepala Dinas Kesehatan Tanah Laut dr. Isna Farida, perwakilan DPRD Tanah Laut, serta jajaran pengurus IDI dari berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Selatan.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi panel yang menghadirkan perwakilan DPRD Tanah Laut dan Kepala Dinas Kesehatan Tanah Laut.

Forum tersebut menjadi ruang untuk membahas berbagai isu sekaligus menyusun gagasan dan program prioritas pembangunan kesehatan daerah ke depan.

Dengan kepengurusan baru, IDI Tanah Laut diharapkan tidak hanya menjadi wadah organisasi profesi, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat kualitas layanan kesehatan, meningkatkan profesionalisme dokter, serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap dunia medis. (MN)