FASI ke-10 Tanah Laut Dibuka, 329 Santri Unjuk Talenta: Wabup Zazuli Tekankan Akhlak di Atas Kemenangan

Bukan sekadar kompetisi, FASI menjadi ruang pembinaan untuk menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, memperkuat karakter, sekaligus mempererat silaturahmi antarsantri.

PELAIHARI, POSTKalimantan – Semangat membangun generasi Qurani kembali digaungkan di Kabupaten Tanah Laut. Sebanyak 329 santri dan santriwati dari seluruh kecamatan mengikuti Festival Anak Saleh Indonesia (FASI) ke-10 tingkat Kabupaten Tanah Laut Tahun 2026 yang dipusatkan di MAN Tanah Laut, Minggu (23/8/2026).

Para peserta tampil dalam 35 cabang lomba, setelah sebelumnya melewati proses seleksi di tingkat kecamatan. Ajang tersebut bukan hanya menjadi arena adu kemampuan, tetapi juga bagian dari pembinaan keagamaan anak sejak usia dini.

Wakil Bupati Tanah Laut HM Zazuli secara resmi membuka pelaksanaan FASI ke-10. Dalam momentum tersebut, ia menegaskan bahwa ukuran keberhasilan FASI tidak semata-mata ditentukan dari siapa yang menjadi juara.

Menurutnya, jauh lebih penting dari sebuah piala adalah bagaimana anak-anak tumbuh menjadi generasi yang mencintai Al-Qur’an, memahami nilai-nilai agama, memiliki akhlak mulia, serta mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Jangan hanya berorientasi pada kemenangan. Jadikan FASI sebagai kesempatan untuk belajar, menambah pengalaman, meningkatkan kemampuan dan mempererat silaturahmi,” pesan Zazuli.

Generasi Cerdas Harus Dibarengi Akhlak

Zazuli berharap pembinaan keagamaan yang dilakukan secara berkelanjutan mampu melahirkan generasi Tanah Laut yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan landasan moral.

Menurutnya, kecerdasan tanpa akhlak akan kehilangan makna. Karena itu, kecintaan kepada Al-Qur’an dan pemahaman terhadap ajaran agama perlu ditanamkan sejak dini sebagai bekal menghadapi perkembangan zaman.

Ia juga memberikan apresiasi kepada para ustaz, ustazah, guru agama, orang tua serta seluruh pihak yang selama ini berperan dalam mendidik dan mendampingi anak-anak.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Membentuk generasi yang baik merupakan tanggung jawab bersama,” tegasnya.

BKPRMI: FASI Bagian dari Pembinaan Generasi Qurani

Sementara itu, Pjs. Ketua Umum DPD BKPRMI Kabupaten Tanah Laut, HM Wahyudi, menegaskan bahwa FASI memiliki tujuan yang lebih besar daripada sekadar kompetisi.

FASI menjadi salah satu sarana untuk menggali sekaligus mengembangkan potensi anak dalam bidang keagamaan. Di dalamnya, anak-anak didorong untuk berani tampil, mengasah kemampuan, membangun kepercayaan diri dan memperkuat kecintaan terhadap nilai-nilai Al-Qur’an.

Ia berharap para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat dan menjunjung sportivitas.

Sebab, setiap anak yang hadir membawa potensi dan keistimewaan masing-masing. Kemenangan memang menjadi target, tetapi pengalaman, persaudaraan dan proses pembinaan merupakan nilai yang tidak kalah penting.

Dengan semangat tersebut, FASI ke-10 diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan, melainkan menjadi bagian dari ikhtiar panjang Tanah Laut dalam menyiapkan generasi masa depan yang cerdas, berprestasi, berkarakter dan berakhlak Qurani. (MN)