Wabup Zazuli: Rp923 Juta Berputar, Bukti Pekan Raya Tala Berdampak ke Masyarakat

Bukan Sekadar Pesta Rakyat, Pekan Raya Kemerdekaan Tala 2026 disebut ikut menggerakkan UMKM, memperkuat kebersamaan, sekaligus membuka ruang bagi pelestarian budaya lokal.

PELAIHARI, POSTKalimantan – Pekan Raya Kemerdekaan Tanah Laut (Tala) 2026 resmi berakhir. Penutupan yang berlangsung di Halaman Pertasi Kencana, Pelaihari, Sabtu malam (22/8/2026), berlangsung meriah dan dihadiri masyarakat dari berbagai kalangan.

Momentum penutupan ditandai dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang berbagai perlombaan oleh Wakil Bupati Tanah Laut, H. M. Zazuli.

Di balik kemeriahan tersebut, Pekan Raya Kemerdekaan Tala 2026 meninggalkan catatan ekonomi yang cukup signifikan. Perputaran uang selama kegiatan disebut mencapai Rp923 juta.

Wakil Bupati H. M. Zazuli menilai angka tersebut menjadi indikator bahwa kegiatan yang dikemas dalam rangkaian perayaan kemerdekaan tidak berhenti sebagai hiburan semata.

“Perputaran uang yang terlibat dalam pekan raya ini mencapai angka Rp923 juta. Ini adalah bukti nyata bahwa event semacam ini tidak hanya meriah, tetapi juga berdampak langsung pada roda perekonomian masyarakat,” ujar Zazuli di hadapan para hadirin.

Menurutnya, geliat ekonomi tersebut tidak terlepas dari keterlibatan berbagai unsur, terutama pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang mendapat ruang untuk memperkenalkan sekaligus menjual produk mereka selama kegiatan berlangsung.

Zazuli juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Pekan Raya Kemerdekaan Tala 2026.

Ucapan tersebut ditujukan kepada panitia pelaksana, perangkat daerah, instansi vertikal, pimpinan perbankan dan perusahaan daerah, pelaku UMKM, sponsor, hingga masyarakat Tanah Laut yang turut menjaga kemeriahan kegiatan.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung kegiatan ini,” katanya.

Lebih jauh, Zazuli menegaskan bahwa Pekan Raya Kemerdekaan memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar agenda hiburan tahunan.

Kegiatan tersebut menjadi ruang perjumpaan masyarakat, tempat berbagai potensi lokal ditampilkan, sekaligus wadah untuk menjaga keberagaman budaya yang tumbuh di Tanah Laut.

Semangat kebersamaan yang terbangun selama kegiatan, kata dia, menjadi modal penting dalam memperkuat hubungan antarmasyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Dengan berakhirnya Pekan Raya Kemerdekaan Tala 2026, pemerintah daerah berharap dampak positif yang tercipta tidak berhenti setelah panggung ditutup. Terutama bagi pelaku UMKM dan masyarakat yang selama kegiatan mendapatkan manfaat dari meningkatnya aktivitas ekonomi.

Pekan Raya Kemerdekaan pun menjadi gambaran bahwa perayaan kemerdekaan dapat dikemas lebih produktif—meriah di panggung, tetapi tetap terasa manfaatnya hingga ke kantong masyarakat. (MN)