Dari Tabanio, semangat merawat tradisi dan memperkuat persaudaraan Banua diproyeksikan menjadi bagian penting agenda budaya Banjar lintas daerah.
PELAIHARI, POSTKalimantan — Semangat menjaga budaya, mempererat persaudaraan, serta membangun sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah daerah terus digaungkan di Kabupaten Tanah Laut.
Hal tersebut mengemuka dalam kunjungan silaturahmi jajaran Laung Kuning Banjar (LKB) DPC Tanah Laut yang dipimpin Ketua DPC, Ustaz Zainal Abidin, atau yang akrab disapa Bang Bidin, kepada Bupati Tanah Laut Rahmat Trianto, M.Si., M.Han.
Pertemuan berlangsung di ruang kerja Bupati Tanah Laut, Rabu (12/8/2026), dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan.

Silaturahmi tersebut tidak hanya menjadi ajang mempererat komunikasi, tetapi juga menjadi ruang untuk membicarakan penguatan budaya Banjar sekaligus persiapan menuju rencana Aruh Ganal Budaya Banjar ke-4 yang dijadwalkan berlangsung pada 2027.
Agenda budaya tersebut direncanakan digelar selama tiga hari tiga malam di Desa Tabanio, Tanah Laut, sebuah kawasan yang dikenal sebagai salah satu kampung tua dan memiliki jejak sejarah penting di daerah tersebut.
Rangkaian Aruh Ganal nantinya direncanakan diisi dengan berbagai kegiatan seni, tradisi dan kebudayaan Banjar.
Pesertanya juga diproyeksikan tidak hanya berasal dari Kabupaten/Kota se-Kalimantan Selatan, tetapi turut mengundang partisipasi dari provinsi tetangga, seperti Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara dan daerah lainnya.
Bukan Sekadar Acara Budaya
Bagi LKB DPC Tanah Laut, agenda tersebut bukan semata-mata kegiatan seremonial. Lebih jauh, Aruh Ganal dipandang sebagai ruang bersama untuk memperkenalkan, merawat sekaligus mewariskan nilai-nilai budaya Banjar kepada generasi berikutnya.

Ketua DPC LKB Tanah Laut, Zainal Abidin, menegaskan bahwa silaturahmi merupakan momentum penting untuk membangun kebersamaan dan memperkuat hubungan antarelemen masyarakat.
“Kita semua ini saudara meskipun berbeda suku, agama, maupun organisasi. Jangan ada permusuhan, justru ormas harus menjadi perekat, menjaga kerukunan dan ketertiban di tengah masyarakat,” tegasnya.
Menurutnya, keberadaan organisasi kemasyarakatan idealnya tidak menjadi sumber perpecahan, melainkan menjadi bagian dari kekuatan sosial yang mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Semangat persaudaraan tersebut, kata dia, harus terus dirawat melalui komunikasi, kegiatan sosial, kepedulian terhadap masyarakat serta pelestarian nilai-nilai budaya daerah.
LKB Dorong Ormas Jadi Perekat Banua
LKB sendiri selama ini aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan di tengah masyarakat. Mulai dari membantu kegiatan hajatan, haul hingga berbagai aktivitas sosial kemasyarakatan.
Kiprah tersebut menjadi bagian dari upaya LKB untuk menempatkan organisasi sebagai wadah yang tidak hanya berbicara mengenai identitas budaya, tetapi juga hadir ketika masyarakat membutuhkan.
Pertemuan dengan Bupati Tanah Laut diharapkan semakin membuka ruang komunikasi dan sinergi dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kebudayaan, sosial kemasyarakatan serta penguatan persaudaraan di Banua.
Dengan rencana Aruh Ganal Budaya Banjar ke-4 pada 2027, Tabanio pun diproyeksikan menjadi salah satu titik berkumpulnya masyarakat dan pegiat budaya dari berbagai daerah.
Jika terlaksana sesuai rencana, kegiatan tiga hari tiga malam tersebut bukan hanya menjadi panggung seni dan tradisi, tetapi juga momentum mempertemukan berbagai komunitas dalam satu semangat: merawat budaya, memperkuat persaudaraan dan menjaga marwah Banua.
Dari Tabanio untuk Banua
Di tengah perubahan zaman, pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah, organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, pelaku seni, generasi muda hingga masyarakat secara luas memiliki peran masing-masing.
Silaturahmi LKB DPC Tanah Laut dengan Bupati Tanah Laut menjadi salah satu langkah untuk membangun komunikasi tersebut.
Sebab, budaya bukan hanya warisan masa lalu. Ia adalah identitas yang menentukan bagaimana sebuah masyarakat mengenali akar sejarahnya sekaligus menatap masa depan.
Dan dari Tabanio, semangat itu diharapkan kembali bergema: budaya Banjar tetap hidup, persaudaraan tetap kuat, dan Banua terus maju bersama. (BM)


















