PLN mengerahkan seluruh sumber daya, bantuan genset dan ribuan lampu darurat disalurkan sembari percepatan pemulihan sistem kelistrikan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah terus dikebut.
TANAH LAUT, POSTKalimantan – Upaya memulihkan pasokan listrik di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah terus dipercepat. Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turun langsung meninjau proses perbaikan di PLTU UBP Asam Asam, Desa Sungai Baru, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut, Selasa (4/8/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bentuk pengawasan sekaligus dukungan pemerintah daerah terhadap langkah PT PLN dalam mempercepat normalisasi sistem kelistrikan setelah gangguan teknis pada sejumlah unit pembangkit memicu pemadaman bergilir di berbagai wilayah.
Dalam peninjauan itu, rombongan memperoleh pemaparan mengenai perkembangan perbaikan pembangkit, kondisi terkini sistem kelistrikan, hingga strategi percepatan yang tengah dijalankan agar pasokan listrik dapat kembali stabil secepat mungkin.
General Manager PLN UID Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, Iwan Soelistijino, menjelaskan gangguan yang terjadi pada tiga unit generator pembangkit sejak pekan ketiga Juli mengurangi kemampuan pasokan daya ke sistem. Kondisi tersebut membuat PLN harus menerapkan pengaturan beban berupa pemadaman bergilir demi menjaga keandalan jaringan.
Ia mengakui kebijakan tersebut berdampak luas terhadap aktivitas masyarakat, dunia usaha, hingga pelayanan publik. Karena itu, PLN menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan yang terdampak.
“Kami memahami sepenuhnya ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat. Atas nama PLN, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan atas kondisi yang terjadi,” ujar Iwan.
Menurutnya, proses pemulihan kini berlangsung tanpa henti selama 24 jam. Seluruh personel PLN, subholding pembangkitan, serta mitra kerja dikerahkan untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan dan kualitas.
“Seluruh sumber daya terbaik kami kerahkan. Pekerjaan dilakukan secara berkesinambungan selama 24 jam dengan tetap mengedepankan keselamatan, kualitas pekerjaan, dan percepatan agar seluruh unit pembangkit dapat kembali beroperasi normal,” katanya.
Selain fokus pada perbaikan pembangkit, PLN juga melakukan berbagai langkah mitigasi guna mengurangi dampak pemadaman terhadap masyarakat. Sebanyak 51 unit genset portabel disalurkan ke berbagai fasilitas pelayanan publik, disertai distribusi sekitar 6.000 lampu darurat agar aktivitas layanan masyarakat tetap dapat berjalan selama masa pemulihan.
Sebagai bentuk keterbukaan informasi, PLN turut menggelar kunjungan lapangan (site visit) bersama pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan. Melalui kegiatan tersebut, PLN memperlihatkan secara langsung kondisi aktual di lokasi, progres perbaikan, tantangan teknis yang dihadapi, hingga langkah-langkah percepatan yang sedang dijalankan.
“Kami ingin seluruh pemangku kepentingan melihat langsung kondisi di lapangan, mengetahui perkembangan pekerjaan, memahami tantangan teknis yang ada, sekaligus melihat berbagai upaya percepatan yang sedang dilakukan oleh seluruh tim,” jelas Iwan.
Peninjauan Gubernur Muhidin bersama Forkopimda diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan PLN sehingga proses pemulihan kelistrikan dapat berjalan sesuai target. Dengan percepatan yang dilakukan, masyarakat berharap sistem kelistrikan di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah segera kembali normal sehingga aktivitas ekonomi, pelayanan publik, dan kehidupan sehari-hari dapat pulih sepenuhnya. (Pk)


















