Kunjungan edukasi menghadirkan pengalaman belajar interaktif melalui pengenalan listrik, konservasi rusa sambar, hingga simulasi bersama tim pemadam kebakaran sebagai bagian dari komitmen PLN Indonesia Power UBP Asam Asam dalam mendukung pendidikan usia dini.
ASAM ASAM, POSTKalimantan – PLN Indonesia Power UBP Asam Asam kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung dunia pendidikan melalui penyelenggaraan kunjungan edukasi bagi anak-anak TK Tunas Cahaya. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (25/6/2026) itu menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus memperkenalkan lingkungan pembangkit listrik sebagai kawasan yang aman, ramah, dan memiliki nilai edukatif bagi masyarakat.
Kunjungan tersebut diikuti para siswa TK Tunas Cahaya bersama guru pendamping. Sekolah ini berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Kuntum Electrisiwi yang dikelola PLN Indonesia Power UBP Asam Asam bersama Persatuan Istri Karyawan dan Karyawati (PIKK) UBP Asam Asam.
Selama berada di kawasan PLTU, anak-anak diajak mengenal manfaat energi listrik dalam kehidupan sehari-hari melalui metode pembelajaran yang sederhana, komunikatif, dan interaktif. Suasana belajar dikemas dalam bentuk permainan sehingga mampu membangkitkan rasa ingin tahu sekaligus antusiasme para peserta.
Tak hanya memperoleh pengetahuan mengenai listrik, para siswa juga mengunjungi area konservasi rusa sambar yang menjadi salah satu ikon lingkungan PLTU Asam Asam. Dengan pendampingan petugas, mereka berkesempatan melihat lebih dekat satwa tersebut sekaligus memberi makan secara langsung. Aktivitas ini menjadi media pembelajaran untuk menumbuhkan kepedulian terhadap satwa dan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Keseruan berlanjut saat anak-anak diajak bermain air bersama Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) UBP Asam Asam. Melalui kegiatan tersebut, mereka dikenalkan secara sederhana mengenai tugas petugas pemadam kebakaran serta pentingnya budaya keselamatan sejak usia dini.

Senior Manager PLN Indonesia Power UBP Asam Asam, Fajar Pamujianto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya di bidang pendidikan, lingkungan, dan sosial.
Menurutnya, kawasan PLTU tidak hanya berfungsi sebagai pusat pembangkit energi listrik, tetapi juga dapat menjadi ruang belajar yang aman dan inspiratif bagi generasi muda.
“PLTU Asam Asam bukan hanya tempat menghasilkan energi listrik, tetapi juga memiliki lingkungan yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi. Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak dapat belajar tentang listrik, lingkungan, satwa, hingga keselamatan dengan cara yang menyenangkan. Kami ingin menunjukkan bahwa kawasan PLTU merupakan lingkungan yang aman dan terbuka untuk kegiatan pembelajaran masyarakat,” ujar Fajar.
Sementara itu, Kepala TK Tunas Cahaya, Nana Kirana, menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan kepada para peserta didiknya. Menurutnya, pembelajaran langsung di lapangan mampu memberikan pengalaman yang jauh lebih berkesan dibandingkan pembelajaran di dalam kelas.
“Anak-anak sangat antusias karena mereka bisa belajar langsung mengenai listrik, melihat rusa sambar, hingga bermain bersama tim damkar. Pengalaman seperti ini sangat berharga karena mampu menambah wawasan sekaligus membangun rasa percaya diri dan kepedulian terhadap lingkungan,” ungkapnya.

Kegiatan ini menjadi wujud sinergi antara PLN Indonesia Power UBP Asam Asam, Yayasan Pendidikan Kuntum Electrisiwi, PIKK UBP Asam Asam, dan pihak sekolah dalam menghadirkan pembelajaran yang kontekstual, menyenangkan, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Melalui program tersebut, PLN Indonesia Power UBP Asam Asam berharap keberadaan pembangkit semakin dikenal sebagai kawasan yang tidak hanya berperan menyediakan energi bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang edukasi, ruang interaksi, dan ruang tumbuh yang mampu memberikan manfaat nyata bagi generasi masa depan. (MN)














