Enam peserta terbaik menerima pendanaan Rp30 juta untuk merealisasikan program lingkungan, diharapkan menjadi awal lahirnya gerakan kemanusiaan berkelanjutan.
PELAIHARI, POSTKalimantan – Semangat kemanusiaan dan kepedulian terhadap lingkungan menjadi pesan utama yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Tanah Laut saat penutupan Green Camp “Green Alpha Challenge” yang digelar Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tanah Laut di Villa Arissa, Desa Ketapang, Kecamatan Bajuin, Minggu (5/7/2026).
Mewakili Bupati Tanah Laut H. Rahmat Trianto, Sekretaris Daerah Ismail Fahmi mengajak seluruh anggota Palang Merah Remaja (PMR) dan Korps Sukarela (KSR) untuk terus mengembangkan jiwa kerelawanan serta menjadi motor penggerak kepedulian sosial dan pelestarian lingkungan di daerah masing-masing.

Menurut Fahmi, keberadaan PMR dan KSR memiliki peran strategis, bukan hanya saat terjadi bencana atau kegiatan kemanusiaan, tetapi juga sebagai teladan yang mampu menginspirasi masyarakat melalui aksi nyata menjaga lingkungan dan memperkuat semangat gotong royong.
“Teruslah menjadi pribadi yang hadir ketika masyarakat membutuhkan pertolongan, menjadi teladan dalam menjaga lingkungan, serta menjadi penggerak berbagai aksi sosial yang memberikan manfaat nyata,” pesannya.
Ia menilai Green Camp bukan sekadar agenda pelatihan, melainkan proses pembentukan karakter generasi muda yang berintegritas, berjiwa sosial, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap persoalan lingkungan.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Tanah Laut, Fahmi menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, pembina, dan peserta yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut. Ia menyebut semangat, kreativitas, dan komitmen para peserta merupakan modal penting dalam menciptakan perubahan positif di tengah masyarakat.
Fahmi berharap seluruh ilmu, pengalaman, serta berbagai tantangan yang diperoleh selama mengikuti Green Camp tidak berhenti sebagai pengalaman semata. Sebaliknya, seluruh pembelajaran itu harus diterjemahkan menjadi aksi nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
“Kegiatan ini hendaknya menjadi titik awal lahirnya berbagai gerakan nyata. Jadikan pengalaman selama Green Camp sebagai bekal untuk terus mengabdi, berkarya, dan berkontribusi bagi masyarakat,” ujarnya.
Pada penutupan kegiatan tersebut, panitia juga menyerahkan pendanaan kepada enam peserta terbaik dengan total nilai Rp30 juta. Bantuan itu diberikan sebagai dukungan terhadap implementasi gagasan dan program aksi lingkungan yang telah disusun para peserta selama mengikuti Green Alpha Challenge.
Fahmi menegaskan, bantuan tersebut bukan sekadar bentuk penghargaan, melainkan amanah agar setiap program yang telah dirancang dapat segera diwujudkan dan memberikan dampak positif secara berkelanjutan.
“Pendanaan ini diharapkan menjadi motivasi untuk merealisasikan berbagai inovasi yang telah disusun sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya.
Acara penutupan turut dihadiri Ketua PMI Kabupaten Tanah Laut H. Syahrian Nurdin beserta jajaran pengurus, perwakilan Polres Tanah Laut, Kecamatan Bajuin, BPBD Tanah Laut, Pemerintah Desa Ketapang, serta peserta Green Camp yang berasal dari unsur KSR dan PMR se-Kalimantan. (MN)














