Maknai 1 Muharam, Kemenag Tala Serukan Hijrah Menuju Era Digital

Momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dimaknai sebagai langkah transformasi menuju masyarakat yang lebih maju, berdaya saing, dan melek teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam yang moderat.

PELAIHARI, POSTKalimantan – Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah di Kabupaten Tanah Laut tidak hanya menjadi ajang refleksi spiritual, tetapi juga momentum untuk membangun semangat perubahan di tengah perkembangan zaman. Melalui gelaran Islamic Expo yang berlangsung di Halaman Pertasi Kencana Pelaihari, Selasa (16/6/2026), Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanah Laut, H. M. Khairuddin, mengajak masyarakat memaknai hijrah sebagai langkah menuju transformasi digital.

Menurut Khairuddin, peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah merupakan tonggak lahirnya peradaban Islam yang maju dan berkemajuan. Semangat itulah yang dinilai relevan untuk diterapkan dalam kehidupan masyarakat saat ini, terutama dalam menghadapi tantangan era digital.

“Peringatan 1 Muharam bukan sekadar mengenang perjalanan sejarah Rasulullah SAW. Ini menjadi momentum bagi kita untuk melakukan perubahan menuju kondisi yang lebih baik. Di Tanah Laut, semangat itu diwujudkan melalui upaya bersama untuk keluar dari berbagai keterbatasan menuju kemajuan berbasis digitalisasi,” ujarnya.

Ia mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Tanah Laut yang terus mendorong pembangunan di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, pelayanan publik hingga penguatan kualitas sumber daya manusia melalui pemanfaatan teknologi informasi.

Menurutnya, digitalisasi bukan hanya kebutuhan, tetapi juga instrumen penting dalam memperluas akses pendidikan, meningkatkan literasi masyarakat, serta membuka peluang ekonomi yang lebih luas. Dengan pemanfaatan teknologi yang tepat, berbagai tantangan sosial, termasuk kemiskinan dan kesenjangan informasi, dapat ditekan secara bertahap.

Khairuddin juga menegaskan bahwa perkembangan teknologi harus berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai keagamaan. Di era digital, dakwah dan penyebaran nilai Islam yang damai, moderat, dan inklusif justru memiliki ruang yang semakin luas untuk menjangkau masyarakat.

“Islam Rahmatan lil ‘Alamin mengajarkan kedamaian, keberkahan, serta kehidupan yang harmonis. Nilai-nilai itu harus terus kita gaungkan, termasuk melalui berbagai platform digital, sehingga masyarakat tetap terjaga dalam semangat persatuan dan kebersamaan,” katanya.

Di penghujung kegiatan, Khairuddin mengajak seluruh umat Islam menjadikan Tahun Baru Hijriah sebagai sarana muhasabah atau introspeksi diri. Ia menekankan pentingnya evaluasi diri sebagai bekal untuk melangkah menuju masa depan yang lebih baik.

“Setiap pergantian tahun adalah kesempatan untuk memperbaiki diri. Semangat hijrah harus tercermin dalam tindakan nyata, sehingga hari ini lebih baik dari kemarin dan tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya,” pungkasnya.

Peringatan 1 Muharam di Tanah Laut tahun ini pun menjadi simbol kolaborasi antara nilai-nilai spiritual dan semangat kemajuan. Melalui momentum tersebut, masyarakat diajak tidak hanya memperkuat keimanan, tetapi juga berani bertransformasi menghadapi era digital yang terus berkembang. (MN)