Usai Grand Final Sukses, Dispar Tala Beberkan Strategi Cetak Duta Wisata Berdaya Saing

Kriteria seleksi akan disesuaikan dengan standar provinsi, sementara para finalis terpilih diwajibkan aktif mempromosikan destinasi wisata Tanah Laut melalui Instagram dan TikTok.

PELAIHARI, POSTKalimantan – Keberhasilan pelaksanaan Grand Final Putra Putri Pariwisata Kabupaten Tanah Laut (Tala) 2026 menjadi momentum bagi Dinas Pariwisata (Dispar) Tala untuk melakukan berbagai pembenahan pada penyelenggaraan berikutnya. Selain menyempurnakan sistem seleksi, para duta wisata yang terpilih juga akan didorong lebih aktif menjadi wajah promosi pariwisata daerah di era digital.

Kepala Dispar Tala, Zulpuaddin, S.Sos, mengungkapkan rasa syukur atas lancarnya seluruh rangkaian grand final yang berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para peserta maupun keluarga yang memberikan dukungan hingga acara berakhir.

“Alhamdulillah seluruh kegiatan berjalan dengan baik. Antusiasme peserta beserta keluarga sangat luar biasa dan tetap bertahan mengikuti seluruh rangkaian acara hingga selesai,” ujarnya, Minggu (5/7/2026).

Menurutnya, evaluasi terhadap pelaksanaan tahun ini akan menjadi dasar penyempurnaan seleksi pada tahun mendatang. Dispar Tala berencana mengadopsi sejumlah standar yang diterapkan pada ajang Putra Putri Pariwisata tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.

Persyaratan seperti batas usia, tinggi badan, hingga sejumlah kriteria lainnya akan diselaraskan agar wakil Tanah Laut memiliki kesiapan yang lebih matang untuk bersaing di tingkat provinsi, bahkan membuka peluang melaju ke ajang nasional.

“Kami ingin menyiapkan peserta yang benar-benar kompetitif sehingga mampu membawa nama Tanah Laut di level yang lebih tinggi,” jelasnya.

Zulpuaddin juga menjelaskan alasan dipindahkannya lokasi grand final dari kawasan objek wisata ke Balairung Tuntung Pandang. Keputusan tersebut merupakan bagian dari penyesuaian terhadap kebijakan efisiensi anggaran tanpa mengurangi kualitas penyelenggaraan.

Ia menuturkan, pelaksanaan di kawasan wisata membutuhkan biaya yang jauh lebih besar karena harus membangun panggung beserta berbagai fasilitas pendukung. Sementara di Balairung Tuntung Pandang, seluruh kebutuhan kegiatan dapat dipenuhi dengan anggaran yang lebih efisien.

Meski lokasi berubah, Dispar Tala memastikan komitmen mempromosikan potensi wisata daerah tetap menjadi prioritas. Peran tersebut justru akan diperkuat melalui Putra Putri Pariwisata yang telah terpilih.

Zulpuaddin menegaskan, para duta wisata tidak hanya menjalankan tugas seremonial, tetapi juga diwajibkan aktif memanfaatkan berbagai platform media sosial, khususnya Instagram dan TikTok, sebagai media promosi destinasi wisata Tanah Laut.

“Putra Putri Pariwisata harus menjadi garda terdepan promosi wisata daerah. Mereka wajib aktif di media sosial untuk memperkenalkan berbagai destinasi unggulan Tanah Laut kepada masyarakat yang lebih luas,” tegasnya. (MN)