Kesbangpol Tala Ajak Warga Sukseskan Survei Indeks Harmoni Indonesia 2026, Suara Masyarakat Jadi Penentu

Survei mengukur kondisi keharmonisan masyarakat melalui empat dimensi utama, yakni ekonomi, sosial, budaya, dan keberagaman sebagai dasar penyusunan kebijakan yang lebih inklusif.

PELAIHARI, POSTKalimantan – Pemerintah Kabupaten Tanah Laut melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi dalam Pengukuran Indeks Harmoni Indonesia (IHal) Tahun 2026 sebagai upaya memperkuat kehidupan bermasyarakat yang harmonis, toleran, dan inklusif.

Partisipasi masyarakat menjadi elemen penting dalam pengumpulan data yang akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pemerintah dalam menjaga serta meningkatkan kualitas keharmonisan sosial di Kabupaten Tanah Laut.

Melalui survei tersebut, masyarakat dapat menyampaikan pandangan dan pengalaman mereka terkait kondisi kehidupan sosial di lingkungan sekitar. Hasilnya akan menjadi gambaran objektif mengenai tingkat harmoni yang berkembang di tengah masyarakat.

Pengukuran IHal 2026 mencakup empat dimensi utama, yaitu dimensi ekonomi, yang mengukur akses ekonomi, tingkat kesejahteraan, dan ketahanan ekonomi masyarakat. Selanjutnya dimensi sosial, yang menilai interaksi sosial, kohesi sosial, serta ketahanan masyarakat dalam menghadapi berbagai dinamika.

Selain itu, survei juga mengukur dimensi budaya, meliputi pelestarian budaya dan apresiasi terhadap kearifan lokal, serta dimensi keberagaman atau keberagamaan, yang berfokus pada tingkat toleransi, moderasi beragama, serta penerimaan terhadap berbagai perbedaan di tengah masyarakat.

Kesbangpol Tanah Laut berharap masyarakat dapat meluangkan waktu untuk mengisi survei melalui QR Code maupun tautan yang telah disediakan. Semakin tinggi tingkat partisipasi masyarakat, semakin akurat pula data yang diperoleh sebagai dasar penyusunan program dan kebijakan yang mendukung terwujudnya Tanah Laut yang semakin harmonis.

Melalui semangat kebersamaan, Pemerintah Kabupaten Tanah Laut optimistis nilai-nilai toleransi, persatuan, dan gotong royong akan terus tumbuh sehingga mampu menciptakan kehidupan masyarakat yang damai, sejahtera, dan berdaya saing. (MN)