Program sosial serentak di 11 titik wilayah Kalimantan Selatan menjadi wujud nyata kepedulian Polri terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya akses air bersih dan hunian yang layak.
BANJAR, POSTKalimantan – Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) kembali menunjukkan komitmennya dalam mengabdi kepada masyarakat melalui berbagai program sosial yang menyentuh kebutuhan mendasar warga.
Salah satu program unggulan yang dilaksanakan adalah peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan sumur bor di Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program bantuan air bersih yang digelar secara serentak di 11 lokasi berbeda di wilayah hukum Polda Kalsel.
Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H. menaruh perhatian besar terhadap kebutuhan masyarakat yang selama ini masih kesulitan memperoleh akses air bersih, terutama saat musim kemarau.
Kecamatan Astambul dipilih sebagai lokasi utama karena sejumlah kawasan di daerah tersebut belum terjangkau jaringan PDAM dan kerap mengalami krisis air ketika kemarau tiba. Kehadiran sumur bor diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang bagi masyarakat setempat.
“Melalui program ini kami berharap kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi. Selain memberikan manfaat langsung, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Polri untuk terus mempererat hubungan dan kepercayaan masyarakat menjelang Hari Bhayangkara ke-80,” ujar Kapolda Kalsel dalam keterangannya, Rabu (17/6/2026).
Menurutnya, pembangunan setiap titik sumur bor diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp60 juta. Ke depan, Polda Kalsel akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengidentifikasi kawasan lain yang memiliki kebutuhan serupa sehingga program dapat diperluas secara bertahap.
Tidak hanya menghadirkan akses air bersih, rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 juga diisi dengan berbagai kegiatan kemanusiaan lainnya. Hingga pertengahan Juni 2026, Polda Kalsel tercatat telah melaksanakan program bedah rumah terhadap hampir 500 unit rumah tidak layak huni yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan.
Program tersebut menjadi bukti bahwa peringatan Hari Bhayangkara tidak sekadar seremoni, melainkan momentum untuk memperkuat kehadiran Polri di tengah masyarakat melalui aksi nyata yang memberikan manfaat langsung.

Selain bedah rumah, Polda Kalsel juga menggelar bakti kesehatan, pembagian ribuan paket sembako, serta beragam kegiatan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Sejumlah perlombaan berbasis budaya lokal seperti Hadrah dan Madihin turut digelar guna melestarikan kearifan daerah, sementara kompetisi E-Sport disiapkan untuk merangkul generasi muda.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, semangat “Polri untuk Masyarakat” tidak hanya menjadi slogan semata, tetapi diwujudkan dalam langkah konkret yang menyentuh kehidupan warga, memperkuat solidaritas sosial, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Kalimantan Selatan. (Pk)














