Lantik 73 Pejabat, Bupati Tala Ingatkan ASN: Jabatan Bukan Tempat Bersembunyi di Balik Ketidaktahuan

Pelantikan mencakup 11 pejabat pengawas, 50 kepala sekolah, 8 Plt kepala sekolah, dan 4 pejabat fungsional. Bupati Rahmat Trianto juga menekankan pentingnya pelayanan publik, karakter siswa, serta jabatan sebagai amanah.

PELAIHARI, POSTKalimantan – Jabatan bukan sekadar posisi, melainkan amanah yang menuntut tanggung jawab dan profesionalisme. Pesan itu ditegaskan Bupati Tanah Laut (Tala) H. Rahmat Trianto saat melantik 73 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tala.

Pelantikan berlangsung di Balairung Tuntung Pandang, Pelaihari, Senin (14/9/2026), mencakup pejabat pengawas, pejabat fungsional, kepala sekolah, serta Pelaksana Tugas (Plt) kepala sekolah.

Dari total 73 pejabat yang dilantik, sebanyak 11 merupakan pejabat pengawas, termasuk dua lurah baru, yakni Lurah Sarang Halang M. Nurdin Sudharna Putera dan Lurah Karang Taruna Rusva Eka Mariyatni.

Selain itu, terdapat 50 kepala sekolah, 8 Plt kepala sekolah, serta 4 pejabat fungsional.

Dalam arahannya, Rahmat meminta para pejabat yang mendapat kepercayaan baru tidak sekadar menduduki jabatan, tetapi benar-benar memahami ruang lingkup pekerjaan, kewenangan, sekaligus tanggung jawab yang melekat.

Menurutnya, profesionalisme seorang aparatur dimulai dari kesediaan untuk memahami tugas secara mendalam dan menjalankannya dengan sungguh-sungguh.

“Untuk menunjukkan keprofesionalan itu, pahami saja tugasnya, didalami dan dinikmati. Kita laksanakan tugas dengan sebaik-baiknya tanpa ada kata-kata ‘saya tidak tahu’ tugasnya seperti apa,” tegas Rahmat.

Proses Pengisian Jabatan Berbasis Sistem

Khusus pengisian jabatan kepala sekolah maupun Plt kepala sekolah, Rahmat memastikan prosesnya dilakukan melalui tahapan dan mekanisme yang telah ditetapkan.

Pertimbangan seperti ketentuan usia hingga manajemen talenta menjadi bagian dari proses tersebut. Menurutnya, penerapan sistem diperlukan agar proses penempatan pejabat berlangsung secara objektif, transparan, dan tetap berada dalam koridor ketentuan yang berlaku.

Rahmat berharap para pejabat yang telah dipercaya mampu membuktikan kapasitasnya melalui kinerja nyata, bukan hanya melalui jabatan yang disandang.

Kepala Sekolah Diminta Tak Hanya Kejar Nilai

Pesan khusus disampaikan Rahmat kepada para kepala sekolah yang baru dilantik.

Ia mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak semata-mata diukur dari capaian akademik atau tingginya nilai peserta didik. Lebih jauh, sekolah memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter, etika, dan akhlak generasi muda.

“Bukan hanya bagaimana menghasilkan nilai-nilai yang terbaik, tetapi bagaimana menciptakan karakter, etika, yang terutama akhlak bagi anak-anak sekarang,” ujarnya.

Menurut Rahmat, pendidikan harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan intelektual, tetapi juga memiliki sikap, etika, dan karakter yang baik.

Karena itu, kepala sekolah diharapkan mampu menjadi pemimpin pendidikan yang tidak hanya fokus pada aspek administrasi maupun prestasi akademik, tetapi juga memastikan lingkungan sekolah menjadi ruang yang kuat dalam pembentukan karakter peserta didik.

Pelayanan Publik Harus Dirasakan Nyaman

Tak hanya soal kinerja internal pemerintahan, Rahmat juga menekankan pentingnya kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Ia meminta seluruh pejabat dan ASN membangun perspektif pelayanan dengan menempatkan diri pada posisi masyarakat sebagai penerima layanan.

Sederhananya, jika seorang aparatur tidak ingin mendapatkan pelayanan yang buruk atau tidak nyaman, maka hal serupa tidak boleh diberikan kepada masyarakat.

“Ketika kita dilayani tidak nyaman, jangan kita buat seperti ini. Berikan pelayanan terbaik, sebagaimana kita ingin diperlakukan orang lain,” pesannya.

Bagi Rahmat, kualitas pemerintahan pada akhirnya tidak hanya terlihat dari berbagai program yang dijalankan, tetapi juga dari bagaimana masyarakat merasakan langsung pelayanan yang diberikan aparatur.

Jabatan sebagai Amanah

Menutup sambutannya, Rahmat mengingatkan bahwa setiap jabatan memiliki batas waktu. Karena itu, kepercayaan yang diberikan pemerintah harus dijawab dengan kerja dan pengabdian.

Ia mengajak seluruh pejabat yang baru dilantik menjadikan tugas sebagai kesempatan untuk memberikan manfaat sekaligus bentuk pengabdian kepada masyarakat dan daerah.

“Jadikan tugas kita sebagai ladang pahala untuk semua. Kita tidak pernah tahu ini sampai kapan. Semua akan kembali kepada kita,” pungkasnya.

Pelantikan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Tala H. M. Zazuli, Sekretaris Daerah Tala Ismail Fahmi, serta para kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanah Laut. (MN)