Penyerahan aset diharapkan memperkuat pengelolaan masjid sekaligus membuka ruang lebih luas bagi kegiatan keagamaan dan pemberdayaan masyarakat.
PELAIHARI, POSTKalimantan – Penyerahan hibah Masjid Hj. Siti Mariam kepada Pemerintah Kabupaten Tanah Laut menandai babak baru dalam pengelolaan salah satu sarana ibadah yang diharapkan tidak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga ruang tumbuhnya aktivitas keagamaan dan pemberdayaan masyarakat.
Prosesi penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) dan penyerahan hibah tersebut berlangsung di Joglo Wicaksana Laghawa Polres Tanah Laut, Jumat (31/7/2026).
Ketua DPRD Kabupaten Tanah Laut, H. Khairil Anwar, turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, serta sejumlah undangan lainnya.
Penyerahan aset masjid kepada Pemkab Tanah Laut menjadi bagian penting dalam memastikan keberadaan rumah ibadah tersebut dapat dikelola secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Bagi pemerintah daerah, keberadaan sarana ibadah bukan hanya berkaitan dengan aspek fisik bangunan. Lebih dari itu, masjid memiliki posisi strategis sebagai ruang interaksi sosial, pembinaan keagamaan, sekaligus wadah memperkuat kepedulian dan kebersamaan masyarakat.
Ketua DPRD Tanah Laut H. Khairil Anwar menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam proses pembangunan hingga penyerahan hibah Masjid Hj. Siti Mariam.
Menurutnya, hibah tersebut merupakan bentuk kepedulian dan kontribusi nyata terhadap pembangunan kehidupan keagamaan di Kabupaten Tanah Laut.
Ia berharap keberadaan Masjid Hj. Siti Mariam ke depan dapat memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.
“Semoga Masjid Hj. Siti Mariam tidak hanya menjadi tempat melaksanakan ibadah, tetapi juga dapat berkembang menjadi pusat kegiatan keagamaan dan pemberdayaan umat,” harapnya.
Dengan resmi diserahkannya hibah tersebut, pengelolaan dan pemeliharaan Masjid Hj. Siti Mariam diharapkan dapat berjalan semakin optimal sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.
Momentum ini sekaligus memperlihatkan bahwa sinergi antara masyarakat, pemerintah daerah, tokoh agama, dan berbagai unsur terkait memiliki peran penting dalam memperkuat pembangunan sektor keagamaan di Tanah Laut. (MN)


















