Aspirasi Mahasiswa Belum Tersampaikan Langsung, DPRD Tala Janjikan Forum Terbuka Usai Kunjungan Jakarta

Sekretaris DPRD Tanah Laut menyebut seluruh anggota dewan tengah menjalankan agenda koordinasi dengan kementerian terkait persoalan solar subsidi dan penambahan kuota bagi nelayan pesisir.

PELAIHARI, POSTKalimantan – Ketidakhadiran anggota DPRD Kabupaten Tanah Laut (Tala) saat aksi unjuk rasa mahasiswa di Kantor DPRD Tala, Senin (18/5/2026), memunculkan tanda tanya sekaligus kekecewaan dari para peserta aksi. Menanggapi hal tersebut, Sekretaris DPRD Tala, Gentry Yuliantono, memberikan penjelasan mengenai alasan tidak hadirnya satu pun legislator dalam agenda penyampaian aspirasi tersebut.

Menurut Gentry, seluruh anggota DPRD saat itu sedang menjalankan tugas kedinasan di luar daerah, tepatnya di Jakarta dan Bogor. Kunjungan tersebut merupakan agenda yang telah dijadwalkan sebelumnya dan berkaitan dengan upaya memperjuangkan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat pesisir, khususnya terkait ketersediaan solar subsidi bagi nelayan.

Ia menjelaskan, salah satu fokus utama koordinasi dengan kementerian adalah mencari solusi atas persoalan distribusi solar subsidi yang selama ini menjadi perhatian nelayan di Desa Tabanio dan Kuala Tambangan. Selain itu, DPRD juga berupaya mendorong penambahan kuota BBM subsidi agar kebutuhan nelayan dapat terpenuhi secara lebih optimal.

“Termasuk untuk memperjuangkan persoalan solar subsidi serta upaya penambahan kuota bagi nelayan,” ujar Gentry.

Sebagai bentuk tindak lanjut terhadap aspirasi yang disampaikan mahasiswa, pihak sekretariat DPRD menawarkan pelaksanaan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) setelah seluruh anggota dewan kembali ke Tanah Laut.

Melalui forum tersebut, mahasiswa nantinya dapat berdialog secara langsung dengan para wakil rakyat sekaligus meminta penjelasan mengenai hasil koordinasi yang dilakukan bersama kementerian terkait. Forum itu juga diharapkan menjadi ruang terbuka untuk membahas langkah konkret yang akan ditempuh DPRD dalam memperjuangkan tambahan kuota solar subsidi bagi nelayan pesisir.

Gentry menambahkan, informasi mengenai rencana aksi mahasiswa baru diterimanya pada malam sebelum pelaksanaan demonstrasi. Sementara itu, para anggota DPRD telah lebih dahulu bertolak ke Jakarta sejak sore hari sesuai agenda yang telah ditetapkan.

“Kalau mereka memang ada di tempat, pasti mereka hadir,” katanya.

Sebelumnya, mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Tuntung Pandang menggelar aksi demonstrasi di Kantor DPRD Tanah Laut. Aksi tersebut diikuti sejumlah organisasi kemahasiswaan, di antaranya Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala), serta Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tanah Laut.

Dalam aksi tersebut, massa hanya ditemui oleh Sekretaris DPRD Tala bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Tala, Muhammad Kusri. Kondisi itu memicu kekecewaan para mahasiswa karena tidak dapat menyampaikan tuntutan dan aspirasi secara langsung kepada anggota DPRD yang mereka harapkan hadir sebagai representasi masyarakat.

Meski demikian, pihak sekretariat memastikan aspirasi yang disampaikan mahasiswa tetap akan diteruskan kepada pimpinan dan anggota DPRD, serta membuka ruang dialog lanjutan melalui RDPU setelah seluruh agenda kedinasan di luar daerah selesai dilaksanakan. (MN)