
POSTKAL – KOTABARU. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotabaru terus mengupayakan penanganan maksimal terhadap bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayahnya. Selasa, 06 Oktober 2026.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Kotabaru, Hj. Melinda Ratna Agustina, S.STP., M.IP., menyampaikan bahwa fenomena kekeringan dan karhutla tahun ini merupakan salah satu kondisi terparah dibandingkan periode-periode sebelumnya.
“Kondisi kekeringan dan karhutla saat ini cukup parah dan tidak ada yang menyangka akan berlangsung lama. Dalam sehari bisa terjadi kebakaran di dua hingga lima titik. Oleh karena itu, sangat diperlukan strategi kolaborasi Pentahelix yang melibatkan pemerintah daerah, perusahaan, masyarakat, relawan (balakar), akademisi, hingga wartawan,” ujar Melinda usai memimpin rapat koordinasi.
Melinda menjelaskan bahwa pihaknya telah menggelar rapat koordinasi lanjutan (rapat kedua) bersama perwakilan perusahaan swasta dan kelompok Relawan Barisan Pemadam Kebakaran (Balakar). Rapat tersebut membahas tindak lanjut komitmen serta penyaluran bantuan pendanaan dari perusahaan untuk mendukung operasional para relawan di lapangan.
BPBD Kotabaru mengapresiasi dukungan dari pihak perusahaan yang telah memfasilitasi kebutuhan operasional, seperti bantuan Bahan Bakar Minyak (BBM). Guna menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana, BPBD memberlakukan mekanisme pelaporan yang tertib. Setiap klaim operasional relawan wajib menyertakan koordinat titik kejadian, dokumentasi foto, serta nota pembelian BBM.
Selain itu, Melinda memberikan apresiasi tinggi kepada para relawan Balakar yang menjadi garda terdepan penanganan karhutla. Ia mengingatkan pentingnya menjaga keselamatan, kekompakan, serta efisiensi pembagian jam kerja agar para relawan tidak tumbang di lapangan.
“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh relawan Balakar dan pihak perusahaan atas kepedulian serta kerjasamanya. Semoga sinergi ini terus terjalin dengan baik dan bencana karhutla di Kabupaten Kotabaru dapat segera teratasi,” pungkasnya. (Rizky)






