Gebrakan May Day 2026! Bupati Tala Targetkan 50 Ribu Pekerja Rentan Terlindungi BPJS

Momentum Hari Buruh Internasional 2026 dimanfaatkan Pemkab Tanah Laut untuk memperkuat perlindungan pekerja sektor informal, dari tukang bangunan hingga nelayan.

PELAIHARI, POSTKALIMANTAN.com – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) Tahun 2026 di Kabupaten Tanah Laut berlangsung penuh semangat dan harapan. Bertempat di Aula Harmoni Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian, Senin (4/5/2026), Bupati Tanah Laut H. Rahmat Trianto menegaskan komitmennya memperluas perlindungan sosial bagi para pekerja, khususnya sektor informal.

Kegiatan yang mengusung tema “Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja” itu turut dihadiri Kepala Disnakerperin Tala Ulil Amri Bahtiar, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Banjarmasin Fadillah Utami, Wakapolres Tala Thomas Afrian, serta Ketua DPD KSBSI Kalsel Mesdi.

Dalam sambutannya, Rahmat Trianto menyoroti masih banyaknya pekerja informal yang belum memiliki perlindungan saat menghadapi risiko kerja maupun sakit. Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama.

“Saya melihat masih banyak saudara-saudara kita yang ketika sakit atau mengalami kecelakaan kerja belum terlindungi. Karena itu, saya ingin pekerja informal seperti tukang bangunan, nelayan, dan profesi lainnya bisa mendapatkan jaminan melalui BPJS Ketenagakerjaan,” tegasnya.

Sebagai bentuk keseriusan, Pemerintah Kabupaten Tanah Laut menargetkan peningkatan jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan penerima bantuan iuran. Jika sebelumnya sekitar 25 ribu orang telah terdaftar, kini angka itu ditingkatkan menjadi 50 ribu pekerja.

Langkah tersebut dinilai penting agar masyarakat yang bekerja di sektor rentan memiliki rasa aman, kepastian perlindungan, dan masa depan yang lebih terjamin.

Tak hanya itu, Bupati juga mendorong perusahaan-perusahaan di Tanah Laut untuk menerapkan sistem pengupahan yang transparan serta membangun hubungan industrial yang sehat antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah daerah.

Acara May Day 2026 kemudian dilanjutkan dengan penyerahan santunan Jaminan Kecelakaan Kerja meninggal dunia kepada ahli waris, penyerahan simbolis kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja informal seperti tukang ojek dan tukang bangunan, serta pembagian 50 paket sembako kepada anggota serikat pekerja.

Salah satu santunan diserahkan kepada ahli waris almarhum Rudianoer dengan total nilai Rp323.817.305, yang mencakup biaya pengobatan, santunan kematian, serta beasiswa pendidikan untuk dua orang anak.

Momentum May Day di Tanah Laut tahun ini pun menjadi bukti bahwa peringatan Hari Buruh bukan sekadar seremoni, melainkan langkah nyata menghadirkan kesejahteraan dan perlindungan bagi para pekerja. (MN)