Bupati Rahmat Trianto: Jangan Takut AI, Pahami dan Gunakan dengan Bijak

Rahmat Trianto dorong masyarakat tidak sekadar mengikuti perkembangan AI, tetapi memahami manfaat, risiko, serta menggunakannya untuk pendidikan, inovasi dan pembangunan.

PELAIHARI, POSTKalimantan – Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) bergerak semakin cepat. Teknologi yang dahulu terasa futuristik kini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, mulai dari pendidikan, pekerjaan hingga produksi konten digital.

Di tengah perkembangan tersebut, Bupati Tanah Laut H. Rahmat Trianto mengingatkan masyarakat agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memahami bagaimana AI digunakan secara tepat, kritis dan bertanggung jawab.

Pesan itu disampaikan Rahmat saat membuka Pelatihan Artificial Intelligence (AI) dan Literasi Digital yang digelar Foros Tanah Laut di Meeting Room Algoritma Café & Resto, Sabtu (19/9/2026).

Menurut Rahmat, kehadiran AI merupakan bagian dari perkembangan teknologi yang tidak mungkin dihindari. Karena itu, langkah yang diperlukan bukan menjauhi teknologi, melainkan meningkatkan kemampuan masyarakat agar mampu beradaptasi dan memanfaatkannya secara bijak.

“Hal semacam ini tidak perlu kita hindarkan, tetapi harus kita ikuti dengan cara saksama,” ujar Rahmat.

Ia menilai, semakin canggih teknologi, semakin besar pula tanggung jawab penggunanya. Salah satu yang menjadi perhatian adalah kemampuan AI dalam menghasilkan gambar, suara maupun berbagai konten yang dapat terlihat sangat menyerupai kondisi sebenarnya.

Jika tidak dibarengi literasi digital yang memadai, kemampuan tersebut berpotensi dimanfaatkan untuk membuat dan menyebarkan informasi palsu atau hoaks.

Kondisi itu, menurutnya, perlu menjadi perhatian bersama karena informasi yang tampak meyakinkan belum tentu benar. Masyarakat dituntut lebih kritis sebelum mempercayai maupun menyebarkan sebuah konten.

“AI sekarang bisa membuat gambar, suara dan sebagainya yang seolah-olah benar. Ini yang harus kita pahami, jangan sampai digunakan untuk hal-hal yang tidak baik,” katanya.

Rahmat juga menekankan pentingnya penguatan literasi digital, khususnya bagi generasi muda yang menjadi kelompok paling dekat dengan perkembangan teknologi.

Namun, ia melihat AI bukan semata-mata menghadirkan risiko. Jika digunakan dengan tepat, teknologi tersebut justru dapat menjadi sarana pendukung pembelajaran dan meningkatkan produktivitas.

Bahkan, AI dapat dimanfaatkan untuk membantu berbagai kebutuhan pendidikan.

“Semua bisa kita gunakan. Menghafal Al-Qur’an bisa menggunakan AI, belajar ujian apalagi, lebih mudah. Tergantung alat ini mau kita bawa ke kebaikan atau keburukan,” tambahnya.

Karena itu, Rahmat mengapresiasi langkah Foros Tanah Laut yang menginisiasi pelatihan AI dan literasi digital tersebut.

Ia berharap kegiatan itu tidak berhenti pada pengenalan teknologi, tetapi berlanjut pada peningkatan kapasitas peserta sehingga mampu melahirkan gagasan, kreativitas dan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Terlebih, perkembangan teknologi dinilai dapat menjadi salah satu instrumen untuk mendukung pembangunan daerah apabila dimanfaatkan secara tepat.

“Teknologi terus berkembang. Tinggal bagaimana masyarakat memilih menggunakannya untuk hal yang bermanfaat,” pungkasnya. (MN)