Forkopimda, tokoh masyarakat, hingga ratusan warga larut dalam euforia Final Piala Dunia 2026. Gubernur Kalsel menilai nobar menjadi ruang memperkuat silaturahmi, sinergi, dan semangat sportivitas di tengah masyarakat.
BANJARMASIN, POSTKalimantan – Euforia Final Piala Dunia FIFA 2026 menggema di AMPHI Theater Tugu Nol Kilometer Banjarmasin, Senin dini hari. Ratusan masyarakat memadati kawasan ikonik tersebut untuk menyaksikan laga puncak sepak bola dunia bersama Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta berbagai elemen masyarakat.
Suasana penuh keakraban dan semangat kebersamaan begitu terasa sejak awal pertandingan. Sorak-sorai penonton, yel-yel dukungan, hingga antusiasme warga menciptakan atmosfer layaknya berada langsung di stadion.

Gubernur H. Muhidin mengatakan, kegiatan nonton bareng bukan sekadar menyaksikan pertandingan sepak bola, tetapi juga menjadi wadah mempererat hubungan antarlembaga sekaligus membangun kedekatan antara pemerintah dan masyarakat.
“Sepak bola memiliki kekuatan menyatukan semua kalangan tanpa melihat latar belakang. Melalui nobar seperti ini, kita memperkuat sinergi Forkopimda, mempererat silaturahmi, sekaligus menanamkan nilai sportivitas kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, olahraga mampu menghadirkan ruang kebersamaan yang positif. Karena itu, momen Final Piala Dunia menjadi kesempatan untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap dunia olahraga, khususnya sepak bola, sekaligus memperkuat semangat persatuan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut H. Afrizal, Ketua Perkumpulan Sambo Indonesia (PERSAMBI) Kalimantan Selatan, bersama sejumlah tokoh masyarakat dan pejabat daerah lainnya.
H. Afrizal menilai nobar tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga mempererat tali persaudaraan antarwarga dan seluruh unsur yang hadir.
“Momentum seperti ini menunjukkan bahwa olahraga mampu menjadi bahasa pemersatu. Kebersamaan yang terbangun melalui nobar menjadi energi positif untuk memperkuat persaudaraan, sportivitas, dan semangat membangun Kalimantan Selatan yang harmonis,” ungkapnya.
Kemeriahan semakin terasa dengan pembagian door prize yang disambut antusias masyarakat. Kehadiran Forkopimda, pejabat daerah, organisasi olahraga, dan warga dalam satu lokasi menjadi gambaran kuatnya kolaborasi dan kebersamaan di Banua.
Pada laga final tersebut, Spanyol sukses mengukir sejarah setelah menaklukkan Argentina dengan skor tipis 1-0 melalui gol Ferran Torres pada menit ke-106 babak perpanjangan waktu.
Gol berawal dari skema serangan cepat ketika Nico Williams menyambut umpan Pedro Porro sebelum bola disambar Ferran Torres dengan tendangan keras yang gagal diantisipasi Emiliano Martínez.
Meski Argentina harus bermain dengan 10 pemain usai Enzo Fernández menerima kartu kuning kedua, tim berjuluk La Albiceleste tetap memberikan perlawanan sengit hingga peluit panjang dibunyikan.
Sepanjang pertandingan, Spanyol tampil dominan dengan menciptakan banyak peluang melalui Lamine Yamal, Dani Olmo, Mikel Oyarzabal, Pedri, hingga Marc Cucurella. Penampilan gemilang Emiliano Martínez yang mencatatkan belasan penyelamatan membuat Argentina mampu bertahan hingga babak tambahan.
Kemenangan tersebut memastikan La Roja kembali mengangkat trofi Piala Dunia untuk kedua kalinya setelah sebelumnya menjadi juara pada edisi 2010. Gelar itu sekaligus menegaskan posisi Spanyol sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola dunia dengan generasi muda yang tampil impresif sepanjang turnamen. (Pk)














