Rapat koordinasi lintas instansi merekomendasikan empat lokasi terbaik yang akan diajukan kepada Bupati Tanah Laut sebagai venue utama, dengan mempertimbangkan akses, fasilitas, keamanan, hingga dampak ekonomi bagi masyarakat.
PELAIHARI, POSTKalimantan – Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Tala) terus memantapkan persiapan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke-48 Tingkat Kabupaten Tahun 2026. Berbagai aspek penyelenggaraan mulai dimatangkan melalui rapat koordinasi lintas sektor guna memastikan pelaksanaan ajang syiar Islam tersebut berjalan sukses, tertib, dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Rapat koordinasi digelar di Aula Gawi Manuntung Kecamatan Pelaihari, Selasa (7/7/2026), dipimpin Camat Pelaihari Fajar Tri Atmaja. Hadir dalam kegiatan itu Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Tanah Laut Akhmad Khairin, jajaran Kementerian Agama, LPTQ, perangkat daerah, aparat keamanan, serta perwakilan pemerintah desa dan kelurahan.
Forum tersebut membahas berbagai kesiapan, mulai dari administrasi, publikasi, pengamanan, hingga penentuan lokasi utama pelaksanaan MTQ yang dinilai paling representatif.
Camat Pelaihari Fajar Tri Atmaja menjelaskan, rapat merupakan tindak lanjut arahan Bupati Tanah Laut setelah sebelumnya dilakukan ekspose kesiapan penyelenggaraan MTQ. Sejumlah keputusan awal telah disepakati, termasuk penggunaan tema “Bersama Cinta Al-Qur’an Menuju Generasi Emas Nang Simpun Bakamajuan” sebagai semangat pelaksanaan MTQ tahun ini.
Berdasarkan hasil pembahasan dan kajian teknis, rapat menghasilkan rekomendasi empat alternatif lokasi yang akan diajukan kepada Bupati Tanah Laut sebagai bahan penetapan venue utama. Prioritas lokasi meliputi Lapangan Yayasan/Ponpes Noor Hasyim di Desa Bumi Jaya, Desa Panggung, serta Lapangan Karang Jawa.
Penilaian terhadap lokasi dilakukan secara komprehensif dengan mempertimbangkan aksesibilitas, kapasitas parkir, kelancaran lalu lintas, keamanan, ketersediaan arena perlombaan, fasilitas pemondokan bagi kafilah, hingga potensi menggerakkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar lokasi kegiatan.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Tanah Laut Akhmad Khairin menegaskan seluruh hasil rapat akan dituangkan dalam proposal resmi sebagai dasar pengambilan keputusan oleh Bupati Tanah Laut.
“Semua hasil pembahasan akan menjadi bahan pertimbangan dalam proposal resmi. Yang terpenting, seluruh elemen daerah tetap bersatu dan mendukung suksesnya penyelenggaraan MTQ di lokasi mana pun yang nantinya diputuskan,” ujarnya.
Semangat menjadi tuan rumah juga ditunjukkan oleh pemerintah desa dan kelurahan yang masuk dalam daftar kandidat lokasi. Mereka menyatakan kesiapan menyediakan berbagai fasilitas pendukung, mulai dari lapangan utama, masjid dan musala sebagai arena perlombaan, rumah warga untuk pemondokan kafilah, hingga dukungan penuh dari masyarakat setempat.
Selain membahas aspek teknis, rapat juga menegaskan bahwa MTQ merupakan momentum penting dalam memperkuat syiar Islam dan menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an. LPTQ bersama Kementerian Agama menilai penyelenggaraan MTQ juga menjadi ajang memperkenalkan potensi daerah serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan di Kabupaten Tanah Laut.
Sebagai bentuk apresiasi kepada para peserta berprestasi, Pemerintah Kabupaten Tanah Laut menyiapkan sembilan paket hadiah umrah bagi para juara pada cabang-cabang lomba yang telah ditetapkan.
Sementara itu, rapat turut merekomendasikan jadwal pelaksanaan MTQ Nasional ke-48 Tingkat Kabupaten Tanah Laut pada 18–20 September 2026. Dengan sinergi seluruh pemangku kepentingan, pemerintah optimistis MTQ tahun ini tidak hanya berlangsung meriah dan sukses, tetapi juga mampu memperkuat syiar Islam, mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, serta mempererat persaudaraan di Bumi Tuntung Pandang. (MN)














