Rakorsus Nasional Karhutla 2026: Gubernur Muhidin Tunjukkan Kesiapan Kalsel Hadapi Musim Kemarau

Rakorsus Pengendalian Karhutla 2026 menjadi ajang penguatan komitmen daerah dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan, dengan Kalimantan Selatan menegaskan kesiapan melalui kolaborasi lintas sektor dan langkah pencegahan sejak dini.

JAKARTA, POSTKalimantan – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diperkirakan meningkat seiring datangnya musim kemarau tahun 2026. Komitmen tersebut ditegaskan Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, saat mengikuti Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) Pengendalian Karhutla Tahun 2026, dengan tema “Bersinergi untuk Negeri Menghadapi El Nino 2026 dan 2027” dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menkopolkam) Djamari Chaniago, di Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Dalam forum yang mempertemukan pemerintah pusat, pemerintah daerah, unsur TNI-Polri, hingga berbagai pemangku kepentingan itu, Muhidin memaparkan sejumlah langkah strategis yang telah disiapkan Kalimantan Selatan guna meminimalkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Menurutnya, pengendalian karhutla tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kerja sama yang kuat antarinstansi serta keterlibatan aktif masyarakat. Karena itu, koordinasi lintas sektor terus diperkuat agar setiap potensi kebakaran dapat diantisipasi sejak dini.

Muhidin menegaskan, upaya pencegahan menjadi prioritas utama dibandingkan penanganan setelah kebakaran terjadi. Berbagai langkah seperti pemantauan titik panas, penguatan sistem deteksi dini, kesiapan personel, hingga optimalisasi sarana dan prasarana terus dilakukan guna memastikan respons cepat ketika muncul indikasi kebakaran.

Ia juga menyoroti pentingnya peran masyarakat dalam menjaga lingkungan, terutama memasuki periode cuaca kering yang berpotensi meningkatkan risiko munculnya titik api. Kesadaran bersama dinilai menjadi faktor penting dalam menekan angka kejadian karhutla di daerah.

Di hadapan peserta Rakorsus, Muhidin menyampaikan bahwa Kalimantan Selatan siap mendukung kebijakan nasional dalam pengendalian karhutla melalui penguatan koordinasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dunia usaha, dan masyarakat. Langkah tersebut sejalan dengan upaya membangun sistem pengendalian yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga terus meningkatkan kesiapan menghadapi musim kemarau tahun ini, termasuk melalui pembentukan dan penguatan satuan tugas penanggulangan karhutla serta pemetaan wilayah-wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan setiap potensi ancaman dapat ditangani secara cepat dan tepat.

Melalui Rakorsus Pengendalian Karhutla 2026, Muhidin berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah semakin kokoh sehingga target menekan luas kebakaran hutan dan lahan dapat tercapai. Ia optimistis dengan kolaborasi yang kuat serta kesiapan seluruh pihak, Kalimantan Selatan mampu menghadapi musim kemarau 2026 dengan lebih baik dan menjaga lingkungan tetap aman dari ancaman karhutla. (Pk)